Waspada, Ibu Hamil Wajib Istirahat Total Jika Alami Gejala Ini!

Ibu hamil harus istirahat total jika alami ini.(Foto: parentmap)

Sukoharjonews.comBed rest adalah kondisi di mana ibu hamil dianjurkan untuk mengurangi atau bahkan membatasi aktivitas fisiknya secara signifikan. Bed rest bisa dilakukan di rumah maupun di rumah sakit tergantung pada tingkat keparahan kondisi kesehatan ibu.

Bed rest tidak selalu berarti harus berbaring sepanjang waktu. Dokter mungkin hanya menyarankan ibu hamil untuk mengurangi aktivitas berat atau membatasi gerakan tertentu yang dapat membahayakan kehamilan. Dikutip dari Honestdocs, pada Kamis (17/4/2025) ibu hamil harus istirahat total jika alami gejala ini:

1. Plasenta previa
Plasenta previa merupakan suatu kondisi di mana sebagian atau seluruh plasenta (ari-ari) menutupi mulut rahim. Jika kondisi ini terjadi maka plasenta akan terjadi gangguan suplai oksigen dan nutrisi dari ibu hamil pada bayi serta menghambat jalan lahir untuk bayi dalam kandungan.

Hal ini juga dapat menyebakan ibu hamil mengalami pendarahan hebat dan sangat berbahaya bagi keselamatan janin maupun ibu hamil. Oleh karena itu, jika sudah merasa lelah sebaiknya ibu hamil menghentikan aktivitas berat yang dilakukan dan memilih untuk beristirahat demi menjaga kondisi kesehatan tubuh.

Istirahat total di tempat tidur juga diperlukan ketika beberapa kondisi kehamilan seperti mengalami morning sickness yang berlebihan ataupun pecahnya air ketuban yang terjadi di awal kehamilan.

2. Masalah serviks
Salah satu masalah serviks yang akan mempengaruhi kondisi kehamilan adalah inkompetensi serviks di mana leher rahim rendah. Kondisi ini dapat disebabkan karena seiring bertambah usia kandungan maka berat bayi akan semakin bertambah dan kemudian menekan leher rahim sehingga mengalami penurunan dan membuat leher rahim terbuka meskipun belum waktunya melahirkan. Hal ini juga dapat menimbulkan risiko kelahiran prematur bahkan keguguran.

Masalah serviks lainnya yang dapat membuat ibu hamil wajib istirahat total adalah terjadinya penipisan atau perubahan pada serviks, insufisiensi serviks yang disebabkan akibat kerusakan serviks, laserisasi serviks ataupun kelainan kongenital pada uterus yang bisa menyebabkan janin terlepas dari rahim.

3. Preeklamsia
Preeklamsia merupakan suatu kondisi di mana terjadi peningkatan tekanan darah tinggi atau hipertensi pada ibu hamil selama masa kehamilan. Kondisi ini biasanya muncul setelah kandungan memasuki usia di atas 20 minggu ketika preeklamsia juga ditandai dengan meningkatnya kadar protein dalam urin dan pembengkakan di beberapa bagian tubuh.

Jika preeklamsia terjadi maka tekanan darah yang tinggi dapat merusak plasenta dan mengganggu aliran darah dari plasenta ke bayi. Oleh karena itu, ibu hamil disarankan untuk beristirahat total demi menjaga kestabilan tekanan darah.

4. Pendarahan
Pendarahan menjadi salah satu penyebab paling sering terjadi selama kehamilan dan dapat berbahaya bagi keselamatan janin. Maka dari itu, ibu hamil yang sering mengalami pendarahan di terutama di trimester kedua atau ketiga masa kehamilan akan diminta melakukan istirahat total. Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya suatu kondisi seperti keguguran atau melahirkan secara prematur pada bayi.(cita septa)

Tinggalkan Komentar