
Sukoharjonews.com – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) menyebabkan satu warga yang terkena meninggal dunia di Kabupaten Sukoharjo. Musim hujan ini, di awal tahun 2025 ini sudah ada 15 kasus DBD yang menimpa warga.
“Kalau dibandingkan dengan Januari 2024, kasus di Januari 2025 ini memang turun, tapi warga tetap harus waspada, apalagi di musim hujan ini,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, Tri Tuti Rahayu, Jumat (31/1/2025).
Dikatakan Tuti, dari 15 kasus DBD yang ada, satu kasus menyebabkan kematian pada penderita. Kasus DBD sendiri tersebar di sejumlah kecamatan.
Menututnya, kasus tersebar di Kecamatan Weru satu kasus, Kecamatan Nguter tiga kasus, Kecamatan Tawangsari tiga kasus, Kecamatan Polokarto tiga kasus, Kecamatan Grogol empat kasus dan, Kecamatan Baki satu kasus.
“Untuk kasus DBD yang meninggal ada di Kecamatan Grogol,” ujarnya.
Tuti juga menyampaikan, selama kurun waktu tahun 2024, kasus DBD di Kabupaten Sukoharjo mencapai 562 kasus dimana sembilan diantaranya meninggal dunia.
Kasus DBD ini, ujarnya, harus diwaspadai karena dapat menyebabkan kematian jika terlambat penanganannya. Terlebih lagi, selama musim hujan ini pertumbuhan nyamuk yang jadi penyebab juga mengalami kenaikan.
“Paling efektif tetap gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk atau PSN. Setidaknya PSN ini dilakukan di lingkungan masing-masing,” kata Tuti.
Tuti mengaku selama ini dinas tidak henti-hentinya melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk intensif melakukan PSN. (nano)
Facebook Comments