Warga Desa Dalangan Desak Pemasangan Paku Bumi di Tebing Bengawan Solo

Kondisi tebing Sungai Bengawan Solo di Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari, Sukoharjo yang telah tergerus air sungai saat musim hujan.

Sukoharjonews.com (Tawangsari) – Warga Desa Dalangan, Tawangsari mendesak dilakukannya antisipasi longsong tebing Sungai Bengawan Solo. Pasalnya, selama ini lahan warga yang berada dipinggir sungai terus tergerus arus air ketika banjir. Bahkan, saat ini jarak tebing sungai dengan rumah warga tinggal puluhan meter saja.


“Warga berharap dilakukan pemasangan paku bumi di tebing sungai yang rawan tergerus arus sungai. Kalau tidak, lahan warga akan semakin hilang,” jelas Kepala Desa Dalangan Bagyo Slameto, Kamis (12/7).

Dikatakan Bagyo, awalnya jarak tebing sungai dengan rumah warga cukup jauh mencapai ratusan meter. Saat ini, jatak terpangkas signifikan karena tergerus air sungai dan tinggal sekitar 25 meter. Jika tidak ada antisipasi, warga khawatir saat musim hujan lahan warga akan hilang karena tergerus arus Sungai Bengawan Solo.

Bulan Maret lalu, ujar Bagyo, pemerintah desa telah mengirimkan proposal penanganan tebing Sungai Bengawan Solo ke Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) dengan tembusan Bupati dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Hanya saja, hingga Juli ini belum ada kabar terkait proposal yang diajukan.

“Setidaknya, jika tidak paku bumi, bisa dengan memasang bronjong kawat di tebing yang rawan tergerus. Utamanya daerah cekungan sungai,” ujarnya.

Untuk Desa Dalangan sendiri, terdapat 10 lahan hak milik warga yang sudah tergerus arus sungai. Disisi lain, arus Sungai Bengawan Solo juga mengancam 80 lahan warga di Desa Ngasinan, Bulu. Warga berharap msalah tersebut segera diantisipasi oleh pihak yang berwenang dalam hal ini BBWSBS. (erlano putra)


Erlano Putra:
Tinggalkan Komentar