Sukoharjonews.com – Wilayah Udara China akan segera melihat mobil terbang ketinggian rendah. Administrasi Penerbangan Sipil China (CAAC) telah mengeluarkan izin terbang khusus untuk mobil terbang XPeng X2.
Dilansir dari Gizmochina, Jumat (3/2/2023), XPeng X2 yang diproduksi oleh XPeng Aeroht adalah mesin eVTOL (Electric Vertical take-off and landing) berawak pertama yang memperoleh lisensi ini di China. Saat ini, lisensi tersebut memungkinkan kendaraan untuk melakukan tes mengemudi berawak saja untuk mengumpulkan data dan pengalaman berdasarkan mana perusahaan kemudian akan memproduksi kendaraan secara massal.
Izin khusus tidak mengizinkan penerbangan penumpang dan hanya dapat digunakan di area tertentu.
XPeng X2 adalah eVTOL terbaru dalam seri Xpeng Flying Car. Kendaraan ini berbagi DNA dengan sedan Listrik XPeng P7 edisi terbatas dan dilengkapi dengan badan pesawat yang seluruhnya terbuat dari serat karbon. Desain tetesan kendaraan yang canggih membantu kinerja aerodinamis yang lebih baik daripada pendahulunya. Mobil terbang berawak ini hadir dengan kokpit dua tempat duduk yang tertutup sepenuhnya dan mendukung mode manual dan autopilot.
Dibangun untuk perjalanan perkotaan dengan ketinggian rendah, mobil terbang ini memiliki berat 560kg dan dapat terbang hingga 35 menit tanpa henti. Kendaraan telah melaporkan kecepatan terbang maksimum 130 km/jam.
XPeng Aeroht telah merancang kendaraan untuk penerbangan kota dengan ketinggian rendah yang dapat digunakan untuk jalan-jalan dan keadaan darurat medis.
Memulai debutnya pada Juli 2021, hingga saat ini XPeng X2 telah menyelesaikan lebih dari 3000 uji terbang termasuk penerbangan luar negeri di Dubai dan UEA. Perusahaan berencana untuk segera meluncurkan mobil terbang sebagai produk premium untuk VVIP dan mogul teknologi di China.
XPeng Aeroht adalah produsen mobil terbang terbesar di Asia. Perusahaan tersebut terpilih dalam daftar Hurun Global Unicorn 2021 dan menerima hibah tambahan sebesar 6 Miliar Yuan dalam bentuk kredit bank pada tahun 2022.
XPeng telah sangat terlibat dalam penelitian dan pengembangan mobil terbang selama bertahun-tahun dan saat ini sedang mengerjakan kendaraan mobilitas ketinggian rendah generasi keenam. Perusahaan berencana membuat kendaraan yang dapat digunakan untuk berkendara di jalan raya maupun terbang di wilayah udara perkotaan dengan ketinggian rendah.
Mobil Terbang – Masa Depan Transportasi Perkotaan
Mobil terbang adalah masa depan transportasi perkotaan karena memberikan solusi untuk lalu lintas, kemacetan, polusi, dan masalah transportasi perkotaan lainnya. Mobil terbang dapat menempuh jarak yang lebih pendek dalam waktu yang lebih singkat dan akan membebaskan jalan bagi pejalan kaki, pengendara sepeda, dan pelancong jarak jauh. Keuntungan utama lain dari memilih eVTOL adalah membutuhkan infrastruktur dan perawatan minimum dibandingkan dengan kendaraan darat.
Namun, perusahaan yang terlibat dalam mobil terbang membutuhkan lebih banyak waktu dan pengalaman sebelum diproduksi secara massal. Pabrikan mobil terbang tidak hanya harus berurusan dengan masalah teknik dan desain, tetapi juga menangani izin lingkungan, peraturan, dan keselamatan.
Masalah besar lainnya termasuk polusi suara, infrastruktur lepas landas dan pendaratan, daya dukung yang terbatas, pelatihan pilot baru, dan biaya tinggi.
Undang-undang yang berkaitan dengan kendaraan terbang sedang dalam tahap awal dan perlu dikembangkan sebelum diadopsi secara luas. Saat ini regulator sedang mengembangkan undang-undang terkait mobil terbang otonom dan kendaraan udara pribadi, yang wajib untuk eVTOL seperti XPeng X2. (nano)
Tinggalkan Komentar