Sukoharjonews.com – Vivo telah memperkenalkan Vivo X300 Ultra pada acara peluncuran musim semi, memposisikannya sebagai ponsel unggulan yang berfokus pada kamera dengan penekanan kuat pada pencitraan profesional. Didukung oleh chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5, perangkat ini menggabungkan perangkat keras kelas atas dengan sistem multi-lensa canggih yang dikembangkan dalam kemitraan dengan Zeiss.
Desain dan pembuatan
Dikutip dari Gizmochina, Jumat (3/4/2026), X300 Ultra mengikuti desain DECO yang terinspirasi kamera, mengambil inspirasi dari tampilan lensa pancake. Desainnya minimalis dan fungsional, dengan layar datar 2.5D dan detail fisik seperti tekstur bergerigi dan trim perak di sepanjang tepi bingkai.
Tersedia dalam tiga pilihan warna. Film Green memiliki kilau berminyak yang terinspirasi oleh lensa vintage. Silver Tone menggunakan bagian belakang bertekstur yang memantulkan cahaya secara berbeda. Warna hitam tetap menjadi pilihan standar. Ponsel ini memiliki peringkat IP68 dan IP69 untuk ketahanan terhadap debu dan air.
Performa dan pendinginan
Perangkat ini menggunakan SoC Snapdragon 8 Elite Gen 5, dipadukan dengan RAM LPDDR5X hingga 16GB dan penyimpanan UFS 4.1 hingga 1TB. Vivo telah meningkatkan manajemen termal dengan pendinginan Ice Pulse Fluid VC. Sistem ini meningkatkan pembuangan panas secara keseluruhan sebesar 14 persen, dengan ruang uap yang 22 persen lebih besar. Saluran pengembalian air yang didesain ulang meningkatkan efisiensi pendinginan dan membantu menjaga suhu permukaan yang stabil selama penggunaan yang lama.
Sistem kamera
Fokus utamanya adalah susunan lensa utama Zeiss, yang dirancang untuk memberikan kualitas gambar yang konsisten di seluruh panjang fokus dengan dukungan output 25MP.
Kamera ultra-wide 14mm menggunakan sensor Sony LYTIA 818 50MP dengan aperture f/2.0, OIS, dan teknologi spektrum bionik VCS generasi ketiga. Kamera utama 35mm menggunakan sensor Sony LYTIA 901 200MP dengan aperture f/1.85, kapasitas cahaya yang ditingkatkan, dan reflektivitas yang dikurangi. Kamera telefoto 85mm menggunakan sensor Samsung HP0 200MP dengan stabilisasi tingkat gimbal dan mendukung hingga 60 operasi autofokus per detik.
Untuk memperluas kemampuan zoom, Vivo menawarkan dua modul telekonverter eksternal. Telekonverter Zeiss G2 menyediakan panjang fokus 200mm dengan zoom optik sekitar 8,7x. Telekonverter Zeiss G2 Ultra memperluasnya hingga 400mm menggunakan struktur optik 15 elemen.
Perangkat lunak pencitraan dan video
Perangkat ini menyertakan sistem Kamera Warna Asli Blueprint dengan 12 saluran spektral dan sensor khusus untuk akurasi warna yang lebih baik. Pemrosesan warna Vivo mencakup kompresi Smooth EV dan model tampilan warna khusus untuk menangani kecerahan dan nada.
Dari segi video, X300 Ultra mendukung perekaman 4K 120fps Dolby Vision dan 4K 120fps 10-bit Log di semua lensa. Fitur lainnya termasuk stabilisasi OIS pada semua kamera, susunan empat mikrofon, dan dukungan untuk impor 3D LUT. Ia juga terintegrasi dengan alur kerja ACES untuk pengeditan profesional. Mode sinematik bawaan mencakup gaya film 24fps dan format modern 60fps.
Layar dan baterai
Ponsel ini memiliki layar AMOLED LTPO 2K 6,82 inci dengan refresh rate 144Hz, HDR10+, dan peredupan PWM 2160Hz. Ia menjalankan Android 16 dengan Origin OS 6.
Didukung oleh baterai 6600mAh dengan pengisian daya kabel 90W, pengisian daya nirkabel 40W, dan pengisian daya nirkabel terbalik.
Harga dan ketersediaan
Vivo X300 Ultra dibanderol mulai dari 6.999 yuan atau Rp17,2 jutaan untuk model 12GB + 256GB dan naik hingga 11.999 yuan atau Rp29,5 jutaan untuk Edisi Satelit 16GB + 1TB yang dilengkapi dengan kit fotografi. Perangkat ini tersedia untuk pre-order dan akan mulai dijual di China mulai 3 April. (nano)
Tinggalkan Komentar