Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Update data kasus Corona di Kabupaten Sukoharjo per 28 Juli hari ini, kenaikan kasus positif corona belum berhenti karena ada kenaikan empat kasus positif. Dengan tambahan empat kasus tersebut, saat ini akumulasi kasus positif corona di Sukoharjo mencapai 234 kasus. Disisi lain, kasus positif sembuh naik satu kasus dari 132 menjadi 133 orang. Saat ini, kasus positif corona aktif di Sukoharjo masih 91 orang.
Berdasarkan update di website www.corona.sukoharjokab.go.id, saat ini kasus positif yang masih aktif tinggal 91 orang. Terdiri dari 60 orang isolasi mandir dan 31 orang rawat inap rumah sakit. Sedangkan untuk suspek corona ada 797 orang yang terdiri dari 50 isolasi mandiri, 38 rawat inap, 697 selesai pemantauan, 12 meninggal, dan 147 swap negatif.
“Berdasarkan update per 28 Juli ini, ada kenaikan empat kasus positif di Sukoharjo sehingga secara akumulasi kasus positif corona di Sukoharjo menjadi 234 kasus. Disisi lain, kasus positif sembuh naik satu orang sehingga totalnya sudah mencapai 133 orang,” jelas Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, Selasa (28/7/2020).
Sebaran 91 kasus positif corona yang masih ada atau aktif terrsebar di 11 kecamatan, masing-masing Kecamatan Weru tiga orang, Kecamatan Bulu tiga orang, Tawangsari tiga orang, Sukoharjo 20 orang, Nguter tujuh orang, Bendosari tujuh orang. Untuk Kecamatan Polokarto lima orang, Mojolaban 10 orang, Grogol sembilan orang, Gatak enam orang, dan Kecamatan Kartasura 18 orang. Untuk Kecamatan Baki sudah tidak ada kasus positif yang masih aktif.
Seperti diketahui, saat ini ada perubahan tatalaksana penanganan positif corona khususnya yang tanpa gejala. Perubahan itu adalah pada hari ke-14 yang merupakan masa akhir pemantauan, apabila dalam 14 hari pemantauan tidak didapatkan gejala, kasus positif tersebut bisa langsung melakukan aktivitas seperti semula karena dinyatakan sudah sembuh dan tidak lagi dilakukan evaluasi swap. Diharapkan masyarakat tidak takut karena kasus positif yang tidak ada gejala selama 14 hari sudah tidak berpotensi menularkan kembali. (erlano putra)
Tinggalkan Komentar