Upaya Wagub Jateng Beri Perlindungan untuk Driver Ojol Perempuan

Wakil Gubernur Jateng, Taj Yakin Maimoen bersama ojol. (Foto: Dok Pemprov Jateng)

Sukoharjonews.com (Semarang) – Wakil Gubernur Jateng, Taj Yakin Maimoen berupaya memberikan perlindungan bagi para pengemudi (driver) ojek online (ojol) perempuan. Upaya tersebut diwujudkan dengan meluncurkan aplikasi perlindungan,

“Hasil saya ngobrol dengan srikandi ojol, ada juga Komunitas Kebaya, yang datang dari Purwokerto. Keluhannya apa saja. Katanya Jawa Tengah relatif aman. Namun kami akan me-launching program perlindungan untuk menangani pelecehan dan kekerasan terhadap para srikandi ojol,” kata Taj Yasin, dikutip dari laman Pemprov Jateng, Selasa (10/3/2026).

Melalui aplikasi tersebut, driver nantinya tinggal memencet tombol yang terhubung dengan RT sekitar. Tujuannya, supaya para srikandi ojol terlindungi dari perbuatan tidak menyenangkan, saat menjalankan pekerjaannya.

“Nanti bukan hanya di Kota Semarang, namun juga di kota-kota yang lain khususnya di Jawa Tengah, biar ada keamanan di jalan,” lanjutnya.

Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin ini menyatakan, apresiasinya atas pelayanan yang diberikan para driver kepada masyarakat.

“Saya termasuk yang selalu senang menggunakan jasa ojol. Bahkan, biasanya saya muter-muter bertemu dengan kawan-kawan sedang ngetem,” ucapnya.

Dia mengatakan, para driver ojol telah mengungkit pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah. Harapannya, pada momentum liburan Lebaran ini akan lebih banyak orderan dari wisatawan yang berkunjung di Jawa Tengah.

Dalam kesempatan itu, Taj Yasin selain melakukan silaturahmi dengan para pengemudi ojol, juga dengan anak yatim, dan para mahasiswa korban bencana Aceh–Sumut yang ada di Kota Semarang.

Salah seorang perwakilan dari Komunitas Ojol Semarang, Dewi, sangat senang dengan terobosan yang disampaikan Taj Yasin.

Dia mengakui, pekerjaannya yang sering dipandang sebelah mata oleh masyarakat, rentan terhadap perlakuan kekerasan. Pun demikian, Dewi mengakui selama tujuh tahun menjalani pekerjaan itu, belum pernah mengalami kekerasan fisik.

Hanya, dia sempat mengalami kekerasan verbal saat mengantar pelanggan (customer) dari Kota Semarang ke Salatiga. Namun, Dewi sadar, selama dia tidak memberi peluang kekerasan yang lebih jauh, tetap akan aman.

“Saya berterima kasih perhatian Pemprov Jawa Tengah yang sangat melindungi perempuan. Mantap,” tambahnya. (nano)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar