Upaya Mendorong Efisiensi Logistik, Jasa Marga Operasikan 42% dari Total Panjang Jalan Tol Nasional

banner 468x60
Jasa Marga dorong efisiensi distribusi logistik dan ketahanan pangan nasional lewat pembangunan jalan tol, sejalan dengan program Asta Cita Prabowo-Gibran. (Foto: Dok. Jasa Marga)

Sukoharjonews.com (Jakarta) – PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus berkontribusi aktif dalam pembangunan serta pengelolaan infrastruktur jalan tol di Indonesia. Hal itu merupakan upaya memperkuat konektivitas nasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Hingga kini, perusahaan telah mengoperasikan jalan tol sepanjang 1.294 km atau setara dengan 42% dari total panjang jalan tol nasional. Jaringan tol ini tidak hanya mempercepat mobilitas antarwilayah, tetapi juga memperlancar arus distribusi logistik dan mobilitas masyarakat.

Peran tersebut menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung efisiensi rantai pasok serta memperkuat ketahanan pangan nasional, yang sejalan dengan visi pembangunan ekonomi Pemerintahan Prabowo-Gibran.

Rivan menegaskan bahwa dalam mendukung program Asta Cita Presiden, Jasa Marga berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan menempatkan pelanggan sebagai pusat keputusan strategis.

“Jasa Marga terus menghadirkan layanan jalan tol yang mengutamakan keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran. Melalui integrasi teknologi, pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berfokus pada customer empathy, serta mekanisme pemantauan layanan operasional secara proaktif.”

“Kami memastikan setiap interaksi dari gerbang tol hingga pusat layanan dilakukan dengan profesionalisme dan rasa tanggung jawab. Hasilnya bukan hanya perjalanan yang lebih lancar, tetapi juga kepercayaan publik yang terus tumbuh,” terang Rivan, dikutip dari laman KabarBUMN, Sabtu (25/10/2025).

Untuk mendukung kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, Jasa Marga terus memperkuat peran dalam memastikan distribusi logistik berjalan aman dan efisien melalui pengembangan konektivitas infrastruktur.

Sepanjang tahun 2025, Jasa Marga telah melayani lebih dari 111 juta kendaraan logistik di seluruh ruas tol Jasa Marga Group. Upaya ini sekaligus menjadi kontribusi penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional dan menjaga kelancaran pasokan antarwilayah.

Selama periode pemerintahan Prabowo-Gibran, Jasa Marga memfokuskan pengerjaan pada lima proyek strategis, yaitu Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan, Jalan Tol Akses Patimban, Jalan Tol Yogyakarta–Bawen, Jalan Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulonprogo, dan Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi.

Salah satu capaian pentingnya adalah pengoperasian segmen Klaten–Prambanan sepanjang 7,85 km di Jalan Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulonprogo yang resmi beroperasi pada 6 Agustus 2025.

Selain pembangunan infrastruktur, Jasa Marga juga menunjukkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui penerapan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) di berbagai lini bisnis.

Inisiatif tersebut meliputi sertifikasi Green Toll Road Indonesia pada empat ruas jalan tol, percepatan penggunaan kendaraan listrik dengan menyediakan 157 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 54 titik rest area, serta pengelolaan sampah terpadu di TIP Travoy Rest KM 88B.

Selain itu, dilakukan juga penanaman pohon di sekitar koridor tol dan pemanfaatan energi terbarukan melalui penggunaan panel surya dalam operasionalnya. Dalam upayanya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, Jasa Marga turut melibatkan pelaku usaha kecil di berbagai rest area miliknya.

Lebih dari 70% tenant di rest area Jasa Marga Group kini diisi oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Hal ini membuktikan bahwa keberadaan jalan tol tidak hanya memudahkan mobilitas masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi komunitas sekitar.

Sebagai tindak lanjut dari program Asta Cita Presiden, Jasa Marga juga membentuk Satuan Tugas Peningkatan Kualitas Pelayanan Jalan Tol (Satgas PKPJT). Satuan tugas ini berperan dalam memperkuat konektivitas nasional sekaligus meningkatkan kompetensi SDM yang unggul.

Dengan berprinsip pada keselamatan dan layanan terukur, Satgas ini diharapkan mampu menekan biaya logistik, meningkatkan produktivitas wilayah, dan memperkuat kepercayaan para pemangku kepentingan secara berkelanjutan. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *