Upaya Mencegah Penyakit Berbahaya, IDI Bandar Lampung Ingatkan Peran Vaksinasi

Ilustrasi. (Foto: MDPI)

Sukoharjonews.com – Dalam upaya pencegahan berbagai penyakit berbahaya, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bandar Lampung kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya vaksinasi. Pasalnya, vaksinasi merupakan langkah preventif yang sangat efektif.

IDI Wilayah Lampung menyampaikan, vaksinasi merupakan langkah preventif yang sangat efektif dalam melindungi individu dari penyakit menular yang dapat menyebabkan komplikasi serius hingga kematian.

“Vaksinasi bukan hanya melindungi diri kita sendiri, tetapi juga orang lain di sekitar kita, terutama mereka yang memiliki kondisi medis tertentu dan tidak dapat divaksinasi,” terang Ketua IDI Lampung, dr. Josi Harnos.

Josi Harnos menekankan vaksinasi tidak hanya relevan untuk anak-anak, tetapi juga untuk orang dewasa. Program IDI Bandar Lampung lainnya dapat dilihat di website resmi https://idibandarlampung.org.

dr Josi juga mengatakan, beberapa penyakit, seperti influenza, hepatitis, dan bahkan Covid-19, masih menjadi ancaman di masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk menjaga status vaksinasi mereka agar tetap terlindungi.

Selain itu, dr. Josi juga mengingatkan pentingnya vaksinasi pada ibu hamil dan lansia. “Vaksinasi selama masa kehamilan dapat melindungi ibu dan janin dari penyakit berbahaya, seperti tetanus dan influenza.

“Begitu juga dengan lansia yang memiliki sistem imun lebih lemah, mereka sangat dianjurkan untuk mendapatkan vaksinasi guna mengurangi risiko infeksi serius,” ujarnya.

IDI Bandar Lampung juga berencana mengadakan berbagai seminar dan kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya vaksinasi. Mereka berharap, dengan upaya yang terus menerus, angka cakupan vaksinasi di Provinsi Lampung dapat terus meningkat. Pemerintah Indonesia sendiri telah mengumumkan berbagai kebijakan untuk mendukung vaksinasi nasional, termasuk penyediaan vaksin gratis bagi masyarakat.

Semakin tingginya tingkat vaksinasi, diharapkan dapat tercipta kekebalan kelompok yang akan mengurangi penyebaran penyakit menular di masyarakat, serta memberikan perlindungan lebih kepada individu yang rentan terhadap penyakit. (*)

Erlano Putra:
Tinggalkan Komentar