Univet Sukoharjo dan USH Dampingi Masyarakat Desa Mulur Inovasi Produk dan Deverifikasi Kuliner

banner 468x60
Program Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) di Desa Mulur, Kecamatan Bendosari oleh Univet Bantara dan USH.

Sukoharjonews.com – Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo bersama Universitas Sugeng Hartono (USH) berkolaborasi menggelar Program Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) di Desa Mulur, Kecamatan Bendosari.

Seperti diketahui, Desa Mulur memiliki potensi dalam sektor perikanan air tawar terutama ikan nilanya yang melimpah. Potensi ini didukung oleh ketersediaan sumber daya air yang cukup dari waduk mulur dengan luas sekitar 151 hektar sehingga perairannya dimanfaatkan untuk budidaya ikan salah satunya yaitu ikan nila.

Dalam keterangan tertulis, Jumat (12/12/2025), Desa Mulur juga dikenal sebagai tempat wisata karena memiliki waduk yang banyak didatangi oleh warga sekitar maupun luar daerah sukoharjo. Hasil budidaya ikan Waduk Mulur dapat menjadi produk unggulan desa (prukades) Desa Mulur yang menarik bagi para wisatawan.

Potensi ikan nila di Waduk Mulur kini dioptimalkan melalui Program PKM Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, berupa pelatihan pembuatan presto nila. Kegiatan ini menggandeng anggota PKK dan BUMDes Unit Wisata Desa Mulur untuk menciptakan produk kuliner bernilai jual tinggi sekaligus mendorong peningkatan perekonomian lokal.

Program dimulai pada 17 Juli 2025 dengan sosialisasi di Balai Desa Mulur yang dihadiri 40 peserta dari anggota PKK dan pengurus BUMDes. Tim pengabdian masyarakat berasal Univet dan USH. Tim sendiri terdiri atas Made Wedaswari, Ahmad Dzakiyuddin (Univet Bantara) dan Windy Rizkaprilisa, (USH).

Ketua Tim Made Wedaswari, menjelaskan, pelatihan ini tidak hanya mengajarkan teknik presto, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan pemasaran agar produk dapat bersaing di pasar modern.

“Presto nila memiliki banyak keunggulan, mulai dari tekstur ikan yang empuk hingga potensi pemasaran yang luas. Produk ini bisa menjadi sumber pendapatan baru dan sekaligus mengenalkan kuliner khas Desa Mulur,” ujarnya.

Setelah sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan produksi di Posko PKK Desa Mulur. Peserta diajarkan praktik langsung mulai dari membersihkan ikan, meracik bumbu, hingga memasak dengan teknik presto. Produk olahan ini memiliki keunikan karena ikan menjadi sangat empuk, bahkan tulangnya dapat dikonsumsi.

Tahap akhir adalah pelatihan pemasaran di Balai Desa Mulur. Peserta dibekali strategi promosi, pemanfaatan media sosial, hingga pentingnya branding dan packaging yang menarik. BUMDes Unit Wisata diharapkan menjadi motor penggerak distribusi produk, terutama untuk wisatawan yang berkunjung ke Desa Mulur. Selanjutnya dilakukan evaluasi dan monitoring tim.

“Alhamdulillah kegiatan yang telah diberikan memberikan dampak kepada ibu-ibu PKK Desa Mulur konsisten dalam memproduksi Presto Nila. Kami mendapat banyak support dari berbagai pihak sebagai inovasi dan diverifikasi produk,” ujar salah anggota PKK Desa Mulur, Neisya. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *