Univet Bantara Sukoharjo Gelar Seminar Showcase Resona Saintek, Wadah Kolaborasi dan Diseminasi Hasil Penelitian

Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menggelar Seminar Showcase Resona Saintek di Gedung H, Selasa (25/11/2025).

Sukoharjonews.com – Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menggelar Seminar Showcase Resona Saintek di Gedung H, Selasa (25/11/2025). Seminar ini mengambil tema “Peran Saintek dan Teknologi Kampus dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional melalui Pangan Fungsional”.

Bertindak sebagai keynote speaker adalah Rektor Univet Prof Farida Nugrahani dengan dua narasumber yakni Kepala Dinas Pangan Pemkab Sukoharjo, Endang Tien Maryuni dan Direktut (PMO) Program Resona Saintek Univet Bantara, Ir Sri Hartati.

Ketua Pelaksana Program Resona Saintek Univet Bantara, Made Wedaswari, menyampaikan seminar tersebut bertujuan untuk menjadi wadah kolaborasi dan diseminasi hasil penelitian serta inovasi terbaru di bidang sains dan teknologi.

“Tema seminar ini adalah, “Peran Sains dan teknologi Kampus Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional Melalui Pangan Fungsional”, yang merefleksikan komitmen kita untuk menjembatani ide-ide cemerlang dari dunia akademik/penelitian dengan kebutuhan praktis di industri dan masyarakat luas,” ujarnya.

Made juga mengatakan, selain seminar, peserta juga menyaksikan pameran (showcase) dari berbagai proyek riset dan prototipe yang siap untuk dikembangkan lebih lanjut atau diterapkan. “Aacara diikuti 250 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, mahasiswa, peneliti, hingga praktisi industri dari berbagai daerah,” kata Made.

Made juga mengatakan, acara tersebut didukung oleh Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi Kemendiktisaintek melalui Program kampaye Timatik Sain dan Teknologi.

“Harapan kami, melalui seminar dan showcase ini, akan terjalin diskusi yang produktif, muncul kolaborasi baru, dan ide-ide inovatif dapat dimatangkan untuk memberikan manfaat nyata bagi pembangunan di bidang sains dan teknologi di Indonesia,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, keynote speaker seminar Prof Farida Nugrahani menyampaikan, ketahanan pangan merupakan kemampuan bangsa menjamin ketersediaan, akses, dan pemanfaatan pangan yang cukup, aman, dan bergizi bagi seluruh rakyat.

“Ketahanan pangan itu tidak hanya soal ketersediaan, tetapi akses, stabilitas, pemanfataan, termasuk aspek kesehatan konsumen,” ujarnya.

Prof Farida melanjutkan, tantangan yang dihadapi saat ini antara lain dunia sedang menghadapi “triple planetary crises”, perubahan iklim, degradasi lahan, dan fluktuasi produksi. Indonesia sendiri berada di wilayah rawan terhadap perubahan iklim yang memengaruhi produktivitas pangan.

“Untuk itu, inovasi pangan berbasis sains dan teknologi menjadi prioritas strategis,” kata Prof Farida.

Tantangan lainnya adalah rendahnya konsumsi pangan lokal dan ketergantungan impor pangan serta ketidakseimbangan gizi yang menyebabkan stunting dan obesitas.

“Untuk itu, pangan fungsional menjadi solusi inovatif. Pangan fungsional ini adalah makanan yang memberi manfaat kesehatan tambahan selain gizi dasar. Contohnya tempe prebiotik, beras merah, bekatul, dan lainnya,” ujarnya.

“Perguruan tinggi memiliki ekosistem riset, laboratorium dan SDM, pakar yang memungkinkan lahirnya inovasi pangan fungsional.”

Menurut Prof Farida, dampak yang diharapkan adalah peningkatan ketahanan gizi nasiona, tumbuhnya wirausaha pangan fungsional, pemanfaatan sumber data lokal berkelanjutan, terbentuknya ekosistem inovasi pangan nasional, serta mengurangi ketergantungan impor pangan.

Ia menyimpulkan, peran sains dan teknologi kampus dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui pangan fungsional. Antaral lain melakukan eksplorasi bahan pangan lokal dan fungsional, melakukan rekayasa proses dan pengembangan teknologi pangan fungsional sebagai solusi inovatif, sehat, dan bagian dari strategi pencegahan penyakit degeneratif.

“Juga menjadi penggerak dalam kolaborasi lintas sektor untuk mencapai ketahanan pangan masa depan,” tutupnya. (nano)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar