Ucapkan Selamat Tinggal pada “Hey Siri”: AI Senyap Apple akan Segera Hadir dan Dapat Membaca Bibir Anda

banner 468x60
Ilustrasi. (Foto: Gizmochina)

Sukoharjonews.com – Apple dilaporkan telah mengakuisisi startup AI Israel, Q.ai, senilai USD2 miliar. Langkah ini menandai dorongan Apple yang lebih dalam ke antarmuka wearable bertenaga AI.

Dikutip dari Gizmochina, Selasa (17/2/2026), Apple dilaporkan sedang mengeksplorasi masa depan di mana pengguna dapat berinteraksi dengan perangkat tanpa berbicara. Menurut laporan dari Financial Times dan Reuters, perusahaan tersebut telah mengakuisisi startup Israel Q.ai dengan nilai sekitar USD2 miliar, kesepakatan terbesarnya sejak mengakuisisi Beats Electronics.

Q.ai mengkhususkan diri dalam sistem pembelajaran mesin yang menganalisis gerakan mikro pada kulit wajah, gerakan bibir, dan aktivitas otot yang halus. Teknologi ini dapat mendeteksi kata-kata yang diucapkan tanpa suara, ekspresi emosional, dan bahkan indikator fisiologis seperti detak jantung dan pola pernapasan.

Analis industri Ming-Chi Kuo sebelumnya memprediksi AirPods berkamera dapat diluncurkan pada tahun 2026, berpotensi menampilkan sensor inframerah yang mirip dengan sistem pemetaan kedalaman Face ID. Dikombinasikan dengan algoritma Q.ai, perangkat keras tersebut dapat memungkinkan pengguna untuk mengirim pesan, mengaktifkan Siri, atau mengontrol musik tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Teknologi ini juga dapat meluas melampaui earbud ke perangkat seperti Apple Vision Pro dan kacamata pintar di masa mendatang. Pendiri Q.ai, Aviad Maizels, sebelumnya ikut mendirikan PrimeSense, yang teknologi penginderaan 3D-nya kemudian berkembang menjadi sistem Face ID Apple.

Jika diimplementasikan, input wajah tanpa suara dapat menandai pergeseran dari perintah suara ke interaksi berbasis sensor yang bijaksana, membentuk kembali cara pengguna berinteraksi dengan AI yang dapat dikenakan sekaligus menimbulkan pertanyaan privasi baru.

Pertanyaan Privasi:
Pelacakan wajah tanpa suara menimbulkan pertimbangan privasi yang signifikan. Pemantauan terus menerus terhadap gerakan bibir dan otot dapat menghasilkan data biometrik yang sangat sensitif. Jika disimpan secara tidak benar, data tersebut dapat mengungkapkan keadaan emosional, indikator kesehatan, atau komunikasi pribadi. Ada juga kekhawatiran tentang potensi penyalahgunaan, termasuk pelacakan tanpa izin atau deteksi niat jarak jauh.

Jika diimplementasikan, input wajah tanpa suara dapat mendefinisikan ulang interaksi manusia-komputer, sekaligus mengintensifkan perdebatan tentang seberapa banyak data yang boleh diamati oleh perangkat wearable. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *