
Sukoharjonews.com (Semarang) – Penghargaan diraih oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Penghargaan datang dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait berkat prestasi sebagai provinsi dengan capaian intervensi spesifik stunting terbaik kategori regional I.
Penghargaan diserahkan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, kepada Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengahn Sumarno, saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting 2025, di Auditorium Kementerian Kesehatan di Jakarta, belum lama ini.
Dikutip dari laman Pemprov Jateng, Minggu (16/11/2025), pada 2024, prevalensi stunting Jateng berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia berada di angka 17,1%, di bawah angka nasional yang sebesar 19,8%.
Upaya yang dilakukan oleh Pemprov Jateng dalam menurunkan stunting, antara lain skrining anemia pada remaja putri, konsumsi tablet tambah darah (TTD) untuk remaja putri dan ibu hamil, pemeriksaan kehamilan (ANC), pemberian tambahan makanan untuk ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK), pemantauan pertumbuhan balita, dan lainnya.
Dalam kesempatan itu, Sumarno menyampaikan apresiasi yang tinggi atas penghargaan yang diberikan Kemenkes. Menurutnya, prestasi yang diraih Jateng tidak lepas dari kolaborasi semua pihak, dalam upaya percepatan penurunan stunting, yang saat ini salah satunya diwujudkan melalui program dokter spesialis keliling (Speling).
Penghargaan yang diperoleh, diharapkan menjadi penyemangat bagi semua pihak yang sudah bersinergi, untuk lebih giat menurunkan angka stunting.
“Terima kasih kami ucapkan kepada semua stakeholder yang sudah bekerja sama dan berkolaborasi, dalam upaya percepatan penurunan stunting. Kepada bupati, wali kota, camat, lurah, dan yang terutama kader posyandu, yang menjadi ujung tombak suksesnya pencapaian penurunan stunting di Jawa Tengah,” terang Sekda.
Sumarno juga menyampaikan selamat kepada dua penghargaan lain yang diterima oleh Jawa Tengah, termasuk kader Posyandu terbaik. Pihaknya optimistis, melalui sinergi semua pihak, angka prevalensi stunting dapat terus ditekan.
Dalam kesempatan itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, prevalensi stunting nasional telah berada pada 19,8% pada 2024. Pemerintah Indonesia berkomitmen menurunkan prevalensi stunting menjadi 14,2 % pada 2029, dan mencapai 5% pada 2045.
“Rakornas menjadi ajang strategis untuk menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan, mulai pemerintah pusat, daerah, dari provinsi sampai desa, dalam pencegahan dan penurunan stunting,” kata Budi. (nano)















Facebook Comments