Tol Tempino–Ness Sumatera Selatan Segera Beroperasi, Uji Kelayakan Sudah Dilakukan

banner 468x60
Hutama Karya gelar Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) untuk Tol Tempino-Ness. (Foto: Dok Hutama Karya)

Sukoharjonews.com (Jakarta) – Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) dilakukan oleh PT Hutama Karya (Persero) untuk Jalan Tol Betung (Sp Sekayu)–Tempino–Jambi Seksi 4 Tempino–Ness sepanjang 18,49 km pada Rabu–Jumat (6–8/8). Tahap ini menjadi langkah krusial sebelum tol tersebut resmi melayani mobilitas di Sumatra bagian Selatan. Kegiatan ULFO dibagi menjadi dua tim.

Sub Tim 1 yang terdiri dari Subdirektorat Pembangunan Jalan Bebas Hambatan, Subdirektorat Keamanan, Keselamatan, dan Ketertiban Jalan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR; Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi; Dinas Perhubungan; dan Korlantas Polri memeriksa aspek teknis dan operasional di lapangan.

Sementara Sub Tim 2 yang beranggotakan Bagian Keuangan, Pengelolaan BMN dan Barang Persediaan Bencana (PBMN), Subdirektorat Pengadaan Tanah Jalan Bebas Hambatan Direktorat Jenderal Bina Marga, serta Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) melakukan pemeriksaan dan evaluasi administrasi.

Hasil pengecekan kedua tim akan dibahas dalam rapat pleno. Agenda ini diikuti langsung oleh EVP Divisi Pembangunan Jalan Tol Hutama Karya Pulung Satyo Anggono dan Project Director Tol Betung–Jambi Seksi 4 Ahmadi.

EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, menjelaskan bahwa ULFO adalah bentuk tanggung jawab dan komitmen perusahaan dalam menyediakan infrastruktur jalan tol berstandar nasional agar siap beroperasi optimal.

“Sebelumnya, Provisional Hand Over (PHO) untuk proyek jalan tol seksi ini telah sukses dilaksanakan pada 15–18 Juli lalu.

“Setelah ULFO rampung, Sertifikat Laik Fungsi dan Operasi (SLFO) dapat segera terbit yang menandakan jalan tol ini siap dioperasikan secara publik dan menambah panjang total ruas operasional Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang tersambung,” jelas Adjib, dikutip dari laman KabarBUMN, Minggu (10/8/2025).

Sesuai regulasi, seluruh tahapan ULFO mengacu pada Peraturan Menteri PUPR dan standar pengujian nasional. Pemeriksaan meliputi kelayakan konstruksi, fasilitas pendukung, administrasi, hingga manajemen lalu lintas.

Proses ini melibatkan Direktorat Jenderal Bina Marga, penyelenggara jalan, pengatur lalu lintas, Korlantas Polri, serta regulator jalan tol nasional. Pemeriksaan teknis di lapangan mencakup kondisi struktur jalan utama, bahu jalan, sistem drainase, rambu keselamatan, hingga kelengkapan dokumen administratif untuk sertifikasi pengoperasian.

Saat ini, perjalanan Palembang–Jambi sejauh 277 km melalui Jalan Lintas Sumatra memakan waktu 8–9 jam.

“Jika sudah beroperasi penuh nantinya, kehadiran Tol Betung–Tempino–Jambi akan memangkas waktu tempuh dari Palembang ke Jambi menjadi hanya 2,5–3 jam saja,” imbuh Adjib.

Sebelumnya, Seksi 3 Tol Betung (Sp Sekayu)–Tempino–Jambi, yakni Bayung Lencir–Tempino, telah beroperasi penuh. Dengan hadirnya Seksi 4 Tempino–Ness, mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di Jambi serta Sumatra Selatan akan semakin lancar.

Waktu tempuh Jambi–Betung akan berkurang dari lebih empat jam menjadi sekitar dua jam. Khusus perjalanan dari Bayung Lencir (batas Sumatra Selatan) ke Sp Ness di Jambi, durasi akan menyusut drastis dari sekitar tiga jam menjadi hanya 45 menit.

“Manfaat utama tol ini bukan hanya meningkatkan efisiensi perjalanan dan menurunkan biaya logistik, tapi juga daya saing kawasan industri sekitar.

“Melalui pengujian ini, Hutama Karya memastikan jalan tol benar-benar memenuhi standar keselamatan dan memberikan dampak nyata bagi sektor transportasi dan perekonomian regional,” tegas Adjib.

Tol Tempino–Ness dibangun dengan dua lajur per arah, bahu jalan luar–dalam, sistem drainase modern, akses on-off ramp, rambu keselamatan, serta fasilitas darurat seperti pos pemantauan, penerangan jalan umum (PJU), dan sistem CCTV untuk keamanan 24 jam.

Hingga kini, Hutama Karya telah membangun ±1.235 km JTTS, baik yang telah beroperasi maupun masih dalam konstruksi.

Ruas yang sudah beroperasi penuh antara lain Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (140 km), Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (189 km), Tol Palembang–Indralaya (22 km), Tol Indralaya–Prabumulih (64 km), Tol Betung–Jambi Seksi 3 (33,6 km), Tol Bengkulu–Taba Penanjung (16,725 km), Tol Pekanbaru–Dumai (132 km), Tol Medan–Binjai (17 km), Tol Binjai–Langsa Seksi Binjai–Pangkalan Brandan (58 km), Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar (55,4 km), Tol Padang–Sicincin (35,45 km), Tol Indrapura–Kisaran (48 km), Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Sinaksak (91 km), dan Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 2–6 (49 km). (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *