Sukoharjonews.com – Apakah gangguan kecil dan besar dalam kehidupan membuat Anda merasa ingin meledak? Oke, Anda tahu gangguannya tidak akan hilang. Jadi mungkin inilah saatnya untuk memberikan lebih banyak kesabaran.
Bertentangan dengan apa yang mungkin Anda yakini, kesabaran bukan hanya dimiliki oleh guru taman kanak-kanak dan orang suci. Ini adalah keterampilan yang setiap orang dapat kembangkan dan perkuat. Dilansir dari Cleveland Clinic, pada Minggu (24/3/2024), inilah cara untuk melatih kesabaran Anda:
1. Latihlah kewaspadaan .
Jadilah saat ini, tanpa menghakimi, cukup duduk dengan tenang dan perhatikan napas Anda. Perhatikan apa yang mengalihkan perhatian Anda dari napas, lalu kembalikan kesadaran Anda akan napas.
2. Berlatihlah menerima keadaan Anda saat ini.
Ini mungkin berarti terjebak atau terjebak dalam pekerjaan yang Anda benci . Namun bukan berarti Anda tidak boleh mencoba mengubah keadaan jika perlu. Ini hanya berarti menerima pengalaman Anda saat ini apa adanya — meskipun itu tidak menyenangkan.
3. Secara aktif membangun toleransi terhadap rasa tidak nyaman.
Biarkan orang lain mendahului Anda di antrean atau kemacetan. Tahan keinginan untuk menggaruk rasa gatal. Jangan bertindak berdasarkan dorongan hati untuk memeriksa ponsel Anda.
4. Saat Anda merasa terburu-buru, pelan-pelanlah secara sadar.
Anda tidak harus selalu merasa seperti hamster yang berada di atas roda. Ketahuilah bahwa Anda dapat memilih dengan lambat. Dalam budaya kita yang menghargai kecepatan, ketahuilah bahwa lambat juga ada manfaatnya.
5. Bersikaplah ceria.
Kadang-kadang berlatihlah bertengkar seperti anak kecil. Bernyanyilah di sekitar rumah, tertawa konyol, tertawa . Secara aktif cobalah untuk tidak menganggap diri Anda terlalu serius.
6. Biarlah rasanya hancur.
Tidak peduli apakah proyek pekerjaan itu gagal, masalah dalam hubungan Anda, atau sesuatu di rumah Anda yang benar-benar rusak. Tahan keinginan untuk segera memperbaiki semuanya.
7. Berlatihlah menjadi pendengar yang baik.
Dengarkan baik-baik apa yang disampaikan anggota keluarga atau lawan bicara lainnya. Berfokuslah pada pemahaman, bukan pada merumuskan tanggapan Anda.
Tidak ada yang mengatakan meningkatkan kesabaran itu mudah. Namun, dengan latihan setiap hari, Anda mungkin merasa lebih tenang, tidak terlalu lelah, dan lebih siap memberikan manfaat bagi orang lain dari keraguan tersebut — dan bahkan mungkin memberi diri Anda istirahat sesekali juga.(patrisia argi)
Tinggalkan Komentar