Tips Minum Teh dengan Sehat

Cara minum teh dengan sehat.(Foto:Klikdokter)

Sukoharjonews.com – Meminum teh setelah makan merupakan kebiasaan yang sudah sering dilakukan oleh banyak orang di Indonesia. Hal ini, karena teh memiliki rasa yang enak terlebih bila ditambahkan gula untuk membuatnya menjadi manis dan es batu yang memberikan kesegaran saat meminumnya.

Dilansir dari Dinas Kesehatan, Selasa (10/12/2024), eh pun memiliki aroma yang khas dengan harga terjangkau serta cukup mudah untuk membuatnya, sehingga teh menjadi minuman favorit yang selalu tersedia dibeberapa tempat makan baik itu warung maupun restoran.

Namun, terlalu sering atau terus menerus meminum teh terutama setelah sehabis makan tidak disarankan karena dapat menimbulkan beberapa efek samping yang kurang baik bagi kesehatan.

Dietisien dari Pusat Kesehatan Ibu dan Anak Nasional RSAB Harapan Kita, Maudyana Nisa Pranindyasari S.Gz mengatakan meminum teh bisa memiliki efek positif atau memberikan manfaat bagi kesehatan jika diminum dengan benar dan teratur. Tetapi teh juga bisa memberikan efek negatif atau berdampak berbahaya untuk tubuh jika meminumnya secara berlebihan.

“Tinggal bagaimana cara mengonsumsinya agar nantinya bisa berdampak baik ataupun malah teh memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan kita,” Kata Maudyana dalam Talkshow Keluarga Sehat di Radio Kesehatan, di Jakarta.

Meminum teh setelah makan tetap bisa dilakukan asalkan cara mengonsumsinya benar. Menurut Maudyana, agar tetap aman sebaiknya diberikan jeda atau jarak antara waktu saat makan dengan meminum teh. Hal ini perlu dilakukan karena kandungan yang terdapat dalam teh dapat mempengaruhi penyerapan zat makanan tertentu yang dibutuhkan oleh tubuh.

Berdasarkan Buku Pedoman Pencegahan dan Penanggulangan Anemia pada Rematri dan WUS Kementerian Kesehatan tahun 2018, Teh mengandung tanin yang dapat menghambat penyerapan zat besi sehingga bisa meningkatkan risiko kekuragan zat besi dalam tubuh hingga penyakit anemia karena defisiensi besi.

Maudyana menambahkan zat besi merupakan zat penyusun darah atau pendukung utama produksi sel darah merah yang bertugas untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh, khususnya otak. Ketika penyerapan zat besi tidak maksimal, maka akan menyebabkan kepala terasa pusing dan tubuh menjadi mudah lemas sehingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Selain itu, kekurangan zat besi juga akan berdampak besar bagi ibu yang sedang hamil karena dapat memunculkan beragam risiko pada kehamilan dan janin, salah satunya bayi lahir dengan berat badan rendah. Sementara bagi ibu menyusui yang kekurangan zat besi akan selalu sering merasa lelah dan lemah sehingga pemberian ASI kepada bayi tidak optimal dan dapat mengganggu tumbuh kembangnya.

Untuk menghidari efek negatif tersebut, sangat perlu memberikan jeda antara makan dan minum teh. Maudyana menjelaskan waktu terbaik untuk mulai minum teh adalah sekitar tiga jam sampai empat jam setelah makan.

“Makanan itu ketika sampai di lambung butuh waktu dalam memprosesnya, dan untuk ke proses selanjutnya membutuhkan sekitar 3-4 jam setelahnya,” tambahnya.

Minum Es Teh Manis Terlalu Sering Picu Beragam Penyakit
Sangat banyak juga orang yang menyukai es teh manis apalagi diminum setelah makan. Bahkan orang – orang sering sekali meminum es teh manis setelah makan baso, padahal dengan menggabungkan kedua menu tersebut akan meningkatkan jumlah kalori yang terlalu banyak.(Patrisia argi)

Tinggalkan Komentar