
Sukoharjonews.com – Bau vagina adalah bau apa pun yang berasal dari area vagina, yang dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti tingkat pH, infeksi, atau kondisi mendasar lainnya. Bau vagina yang memerlukan perhatian medis sering kali digambarkan sebagai bau yang kuat, amis, busuk, atau tidak sedap, dan mungkin disertai dengan gejala lain seperti keluarnya cairan yang tidak biasa, gatal, sensasi terbakar, atau nyeri saat buang air kecil atau hubungan seksual. Setiap perubahan signifikan pada bau vagina yang menetap, mengganggu, atau sangat berbeda dari bau biasanya harus dievaluasi oleh penyedia layanan kesehatan untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan pengobatan yang tepat.
Dikutip dari Healthshots, yang dilansir dari beberapa sumber, pada Rabu (15/11/2023), siklus menstruasi, hubungan seks, atau bahkan hubungan intim bisa menyebabkan vagina berbau berbeda. Dr Kovi menjelaskan, “Bau vagina dapat disebabkan oleh ketidakseimbangan flora vagina, infeksi seperti bakterial vaginosis atau trikomoniasis, kebersihan yang buruk, atau tampon yang terlupakan, dan beberapa faktor lainnya. Perubahan hormonal, kebiasaan makan, dan pengobatan tertentu juga dapat mempengaruhi bau vagina.”
Ada banyak hal dan kebiasaan yang dapat dimasukkan dalam rutinitas kebersihan pribadi Anda yang dapat memastikan vagina Anda tidak berbau tidak sedap. Simak penjelasannya disini:
1. Pertahankan praktik kebersihan yang baik
Vagina bisa jadi mudah berkeringat atau menumpuk kotoran. Kulit mati juga terkumpul di sini dan semua hal ini dapat memengaruhi bau vagina Anda. Penting untuk membersihkannya dengan baik. Meskipun mandi pasti berhasil, kain lap hangat juga bisa membantu. Namun, pastikan untuk tidak membasuh bagian dalam vagina.
2. Hindari melakukan douching
Douching berarti mencuci bagian dalam vagina dengan air atau cairan lain. Hal ini dapat mengganggu keseimbangan pH alami. Ini juga dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri alami. Infeksi jamur dan vaginosis bakterial juga bisa terjadi akibat douching.
3. Tambahkan probiotik ke dalam makanan Anda dan tetap terhidrasi dengan baik
Memasukkan yogurt atau makanan fermentasi dapat membantu vagina Anda wangi. Memasukkan makanan ini ke dalam makanan Anda akan menjaga keseimbangan bakteri yang sehat di vagina Anda. Hal ini tidak hanya akan membantu vagina berbau lebih baik, tetapi juga mengurangi risiko infeksi. Air membantu menghilangkan bau amonia yang muncul saat limbah dalam urin Anda terkonsentrasi.
4. Mengenakan pakaian dalam berbahan katun yang menyerap keringat
Jika kain pakaian dalam Anda tidak memungkinkan udara masuk, ada kemungkinan organisme terperangkap di sekitar area vulva Anda. Memilih pakaian dalam yang menyerap keringat akan sangat membantu. Padahal, tidak perlu sama sekali memakai celana dalam di malam hari.
5. Hindari bahan iritan
Menjauhi produk yang beraroma ternyata bisa membantu vagina Anda tidak berbau busuk! Produk-produk tersebut cenderung mengubah kimia vagina, dan ini dapat menyebabkan vaginosis bakterialis.
6. Praktikkan seks yang aman
Mempraktikkan seks yang aman dapat membantu mencegah berkembangnya bau vagina. Mengenakan kondom membantu mencegah penyakit menular seksual dan infeksi menular seksual. Hal ini seringkali mempengaruhi keseimbangan bakteri vagina, dan juga dapat menyebabkan vagina berbau tidak sedap.(cita septa)



Facebook Comments