Sukoharjonews.com – Antara pergulatan ekonomi, perpecahan politik, dan tekanan hidup sehari-hari, tahun ini sudah cukup menegangkan bagi banyak orang. Tibalah hari libur sekolah saat ini dan libur momen Natal dan Tahun Baru banyak sekali godaan seperti bermacam – macam kuliner, padatnya lalu lintas, serta pertemuan keluarga yang tak selalu menyenangkan.
Dikutip dari American Heart Associaton, yang dilansir dari beberapa sumber, pada Rabu (27/12/2023) Dr. Alan Koenigsberg seorang psikiater di praktik swasta dan sukarelawan profesor psikiatri klinis di UT Southwestern Medical School di Dallas menyatakan, “Liburan dapat menjadi sumber kegembiraan dan keajaiban, tetapi hal-hal tersebut juga bisa menjadi sumber rasa sakit dan stres.”
Sebelum musim liburan, “Saya suka memberikan latihan pekerjaan rumah kepada orang-orang, hal-hal yang dapat mereka praktikkan. Jadi, jika sesuatu muncul, Anda merasa seperti Anda lebih siap.” Ujar Dr. Christopher Bauchman, seorang psikolog klinis di Palm Beach Gardens, Florida. Implikasi stres tidak hanya bersifat psikologis, Para peneliti telah mendokumentasikan hubungan antara stres kronis dan peningkatan kejadian tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas, dan faktor risiko penyakit kardiovaskular lainnya. Sebuah studi tahun 2021, hipertensi menemukan orang dengan kadar hormon stres kortisol yang tinggi memiliki peningkatan risiko terkena serangan jantung, stroke, atau kejadian kardiovaskular lainnya. Bahkan stres jangka pendek pun dapat menimbulkan konsekuensi kesehatan. Seperti halnya Menonton pertandingan sepak bola Piala Dunia yang menegangkan meningkatkan risiko darurat jantung lebih dari dua kali lipat, menurut sebuah penelitian di Jerman yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine pada tahun 2008.
Bauchman merekomendasikan teknik mindfulness yang sama yang dia anjurkan sepanjang tahun, mulai dari pernapasan dalam dan olahraga hingga jurnal rasa syukur dan menantang pikiran negatif internal. “Tiga hal terpenting yang dapat kita kendalikan dalam kehidupan sehari-hari adalah tidur, pola makan, dan olahraga. Oleh karebna itu, terus terapkan faktor-faktor kesehatan tersebut, baik saat menerima keluarga atau bepergian. Usahakan untuk menjaga rutinitas senormal mungkin selama kita menjalani liburan.” Katanya. Bauchman dan Koenigsberg menawarkan tips lain untuk mengelola stres selama liburan yaitu dengan cara:
1. Bersantaplah dengan bijak.
“Selama liburan, kami akan makan lebih banyak dan itu tidak masalah, ini bukan waktunya untuk membuat diri Anda stres dan mencoba menurunkan berat badan. Makan saja yang sehat serta makan dalam porsi yang wajar, dan nikmati diri sendiri.” kata Koenigsberg.
2. Kelola pemberian hadiah Anda.
Berasal dari keluarga besar, daftar hadiahnya akan panjang dan mahal. Jadi, kita melakukan Secret Santa, membagi beban, dan kami menetapkan batas berapa banyak yang harus dibelanjakan.” kata Bauchman.
3. Mensosialisasikan.
“Jika anda tidak memiliki keluarga dan teman untuk diajak, anda harus tetap bersosialisasi, Salah satu kekhawatiran selama liburan adalah orang-orang yang terisolasi. Silakan keluar dan berkumpul dengan orang-orang yang dapat melakukan sesuatu yang berarti, seperti menjadi sukarelawan.” kata Koenigsberg.
4. Pergi ke luar.
“Habiskan waktu di alam terbuka, Semakin banyak waktu yang anda habiskan di tempat yang tenang, Semakin rendah depresi anda, Semakin rendah stres anda, maka semakin baik pula kualitas hidup anda. Menghabiskan waktu diluar anda mendapatkan oksigen yang sehat ke dalam sistem pernafasan.” Saran Bauchman.
5. Miliki harapan yang masuk akal.
“Jika anda berasumsi segala sesuatunya akan berjalan sempurna, Maka anda sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi kekecewaan besar, Terkadang liburan tidak selalu berjalan dengan sempurna atau menjadi waktu yang menyenangkan. Namun anda tetap terus melewatinya dan melanjutkan hidup.” kata Koenigsberg.
6. Katakan saja tidak.
“Anda harus bertanya pada diri sendiri, Berapa batasan kemampuan saya, anda harus jujur pada diri sendiri dan tidak mencoba melakukan semuanya denan terpaksa.” Terang Bauchman.(Khofifah-Mg4/cita)
Tinggalkan Komentar