Tak Berkategori  

Tips Membuat Tabungan untuk Dana Pernikahan Bagi Anda yang Termasuk Sandwich Generation

banner 468x60
Tips menabung dana pernikahan untuk sandwich generation.(Foto: finansialku)

Sukoharjonews.com – Pernikahan adalah salah satu momen paling berkesan dan paling ditunggu-tunggu dalam hidup setiap pasangan. Namun, ketika Anda termasuk dalam generasi sandwich, yaitu generasi yang harus mengatasi tanggung jawab keuangan terhadap orang tua serta diri sendiri dan masa depan Anda, perencanaan pernikahan dapat menjadi tantangan yang lebih besar.


Dalam persiapan pernikahan, satu hal yang sering menjadi kendala adalah anggaran, terutama jika Anda termasuk dalam generasi sandwich. Namun, meskipun terasa menantang, menabung untuk pernikahan Anda tetap mungkin dilakukan. Artikel ini akan memberikan panduan dan tips untuk menghemat biaya pernikahan, khususnya untuk generasi sandwich. Dikutip dari Bride Story, pada Kamis (11/4/2024), inilah tips membuat tabungan untuk pernikahan bagi sandwich generation:

1. Tentukan target dan tenggat waktu.
Karena setiap strategi membutuhkan tujuan, maka sepakati bersama pasangan besaran tabungan dana pernikahan yang diinginkan. Artinya kalkulasi bersama berapa dana yang dibutuhkan untuk mewujudkan pernikahan impian. Lalu tentukan kemampuan bersama untuk mencapai nominal tersebut dibutuhkan waktu berapa lama.

2. Lakukan evaluasi strategi menabung.
Evaluasi keuangan tetap perlu dilakukan meski Anda dan pasangan sudah menerapkan strategi dengan disiplin. Mengapa? Karena strategi keuangan sewajarnya bisa dilakukan tanpa ada yang merasa terbebani. Artinya evaluasi keuangan perlu dilakukan untuk mengukur apakah strategi yang diterapkan sudah efektif serta optimal dalam mewujudkan target bersama. Plus strategi yang diterapkan haruslah membuat kedua belah pihak nyaman.


3. Jangan lupa untuk menyiapkan dana darurat.
Dalam rumus mengelola keuangan, dana darurat adalah salah satu elemen penting. Mengapa? Dana darurat inilah yang nantinya akan dipakai ketika ada hal-hal yang tidak diinginkan, tanpa perlu “menginterupsi” tabungan dana pernikahan.

4. Hitung secara teliti alokasi untuk kebutuhan utama dan prioritas.
Untuk mengetahui seberapa besar Anda dan pasangan dapat berkontribusi dalam tabungan dana pernikahan ini, maka masing-masing harus menghitung nominal yang dikeluarkan secara rutin untuk kebutuhan utama. Tidak hanya kebutuhan utama diri sendiri tapi juga keluarga. Lalu bicarakan secara terbuka alokasi pengeluaran mana saja yang menjadi prioritas kedua belah pihak. Dengan menghitung secara teliti maka Anda dan pasangan bisa melihat secara jelas pengeluaran mana yang tidak perlu. Plus Anda berdua tetap dapat membantu orang tua dan keluarga, sambil tetap memiliki dana untuk kebutuhan yang mendesak.

5. Tak ada salahnya untuk berinvestasi pada instrumen rendah risiko.
Pengelolaan keuangan yang sehat, bisa memampukan Anda dan pasangan untuk tidak hanya memiliki dana darurat saja tapi juga berinvestasi. Mengingat target saat ini terbilang jangka pendek, yaitu memiliki dana pernikahan maka tak perlu berinvestasi pada instrumen yang ekstrim. Anda dan pasangan bisa mencoba investasi dengan rendah risiko seperti emas, reksa dana atau deposito. Bunga dari investasi-investasi ini jauh lebih besar dibanding bunga tabungan biasa.


Bonusnya strategi-strategi ini ketika berhasil dilakukan secara disiplin maka akan menciptakan kebiasaan Anda dan pasangan dalam mengelola keuangan pasca resmi menjadi suami-istri. Artinya peran Anda atau pasangan sebagai sandwich generation bisa tetap dilakukan tanpa membebani keuangan keuangan keluarga.(cita septa)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *