Tingkatkan Ketahanan Pangan, Bulog Serap Gabah dan Beras Dalam Negeri 30.000 Ton per Hari

Bulog lakukan penyerapan gabah dan beras dalam negeri capai 30.000 ton per hari. (Foto: Dok Bulog)

Sukoharjonews.com (Jakarta) – Dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan, Bulog melakukan penyerapan gabah dan beras di sejumlah daerah di tanah air yang tengah melangsungkan panen raya. Penyerapan gabah dan beras tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan melalui pemenuhuan stok beras nasional yang bersumber dari produksi dalam negeri.

Direktur Utama Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi menyampaikan komitmennya untuk melakukan penyerapan gabah dan beras dalam negeri secara optimal pada periode panen raya ini. Baginya, pemenuhan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) melalui penyerapan gabah dan beras dari dalam negeri pada masa panen raya ini merupakan prioritas pemerintah saat ini.

“Secara year on year di bulan April kemarin, penyerapan gabah/beras dalam negeri kita lebih tinggi selama 3 tahun terakhir, yakni mencapai 468rb ton setara Gabah Kering Panen (GKP),” terangnya, dikutip dari laman KabarBUMN, Jumat (3/5/2024).

“Saat ini dengan berbagai upaya yang kami lakukan, Bulog dapat melakukan penyerapan sampai dengan 30.000 ton setara GKP setiap harinya, yang sebelumnya rata-rata dibawah 20.000 ton. Kedepannya, hasil serapan yang kami lakukan akan terus kami tingkatkan secara optimal,” sambungnya.

Ditemui di lain kesempatan, pada kunjungan kerja monitoring ketersediaan stok di Gudang Bulog Purwomatani Sleman dan Sentra Penggilingan Padi (SPP) Bulog Sragen, Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi menegaskan pihaknya senantiasa memantau kinerja Bulog di daerah terkait progres penyerapan hasil panen gabah dan beras dalam negeri.

Dirinya menekankan penyerapan yang tengah dilakukan oleh Bulog ini merupakan upaya memenuhi stok pangan nasional di masa kini dan masa mendatang.

“Momentum panen raya ini harus dijaga, karena panen raya pada semester pertama ini menyumbang hingga 70% dari total produksi nasional, utamanya di sentra-sentra padi seperti di Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur.”

“Ini juga menjadi atensi Bapak Presiden Jokowi bahwa pemanfaatan Cadangan Beras Pemerintah menggunakan produksi dari dalam negeri dan sedapat mungkin meminimalisir impor,” terangnya. (nano)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar