Sukoharjonews.com – Manfaat buah zaitun untuk kesehatan beragam, mulai dari kesehatan jantung yang lebih baik hingga tulang yang lebih kuat. Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang buah ini.
Meskipun sering dianggap hanya sebagai hiasan cantik untuk minuman dan makanan Anda, buah zaitun jauh lebih dari itu! Selain memiliki rasa yang unik, buah zaitun juga memiliki nilai gizi yang tinggi.
Dikutip dari Healthshots, Kamis (21/8/2025), ada banyak manfaat kesehatan dari buah zaitun karena kaya akan vitamin E dan antioksidan lainnya, yang dapat membantu mengurangi risiko kondisi kesehatan seperti kanker, diabetes, dan penyakit jantung. Buah ini juga merupakan sumber vitamin A, tembaga, kalsium, zat besi, serta vitamin E yang baik.
Keunggulan lain dari buah zaitun adalah rendah kalori dan tinggi lemak sehat. Inilah mengapa buah zaitun sangat baik untuk kesehatan jantung Anda dan dapat mengurangi risiko penyakit kronis. Namun, penting untuk mengonsumsinya dalam jumlah yang tepat. Zaitun dapat dimakan utuh, diiris, atau dihaluskan dan digunakan sebagai topping atau bahan dalam berbagai resep.
Apa itu zaitun?
Zaitun adalah buah dari pohon zaitun dan merupakan bagian integral dari diet Mediterania. Zaitun dapat ditambahkan ke pasta, salad, sandwich, atau tumisan. Zaitun kaya akan lemak tak jenuh tunggal seperti asam oleat dan merupakan sumber serat dan vitamin E yang kaya. Zaitun juga mengandung beberapa fitokimia, yaitu zat kimia yang diproduksi oleh tumbuhan, termasuk hidroksitirosol, yang sangat menyehatkan tubuh kita, menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Nutritional Science.
Ada berbagai jenis zaitun yang tersedia di pasaran. Sekitar 150 jenis zaitun dibudidayakan untuk dikonsumsi. Berbagai jenis zaitun memiliki rasa dan manfaat yang berbeda. Zaitun hijau diketahui mengandung lebih banyak natrium dibandingkan dengan zaitun hitam. Buah zaitun juga tinggi kalori, lemak, dan vitamin E.
Nutrisi Zaitun
Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA), 100 g zaitun mengandung nutrisi berikut:
– Air 80 g
– Energi 116 kkal
– Protein 0,84 g
– Lemak 10,9 g
– Karbohidrat 0,64 g
– Serat 1,6 g
– Kalsium 88 mg
– Zat Besi 6,28 mg
Manfaat kesehatan zaitun
Dari mengonsumsi zaitun hingga mengonsumsi minyak zaitun, ada banyak hal yang dapat Anda lakukan dengannya! Zaitun sangat bergizi dan memiliki banyak manfaat kesehatan.
1. Kaya antioksidan
Antioksidan berperan besar dalam mencegah penyakit kronis. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Plant Physiology menunjukkan bahwa zaitun meningkatkan kadar glutathione dalam darah. Glutathione merupakan salah satu antioksidan terpenting dalam tubuh kita. Antioksidan dalam zaitun juga membantu melawan peradangan dalam tubuh.
2. Membantu kesehatan jantung
Mengonsumsi zaitun setiap hari dapat membantu Anda mengatur tekanan darah dan kadar kolesterol. Namun, pastikan untuk mengonsumsinya dalam jumlah yang tepat karena konsumsi berlebihan dapat berbahaya. Zaitun mengandung asam oleat, yaitu asam lemak, yang dapat meningkatkan kesehatan jantung. Zat ini membantu menjaga kadar kolesterol tetap terkendali dan melindungi kolesterol LDL (jahat) dari oksidasi, demikian menurut penelitian yang dipublikasikan di Biomolecules.
3. Memperkuat tulang
Manfaat zaitun bagi kesehatan termasuk kemampuannya untuk mencegah osteoporosis. Sebuah penelitian yang dipublikasikan di International Journal of Environmental Research and Public Health menyatakan bahwa mengonsumsi zaitun dan minyak zaitun dapat meningkatkan kesehatan tulang, karena secara signifikan dapat membantu meningkatkan kepadatan mineral tulang dan kekuatan biomekanik tulang. Polifenol yang terkandung dalam zaitun membantu mengurangi stres oksidatif dan peradangan. Polifenol juga dapat mengurangi risiko patah tulang.
4. Dapat mencegah kanker
Mengonsumsi zaitun dan minyak zaitun dikaitkan dengan pencegahan beberapa jenis kanker, berkat kandungan antioksidan dan asam oleatnya. Sebuah studi yang diterbitkan di Plos One mengaitkan konsumsi minyak zaitun dengan penurunan risiko kanker sebesar 31%. Asam oleat dapat menghambat siklus hidup sel kanker yang mungkin terdapat di payudara, usus besar, dan lambung. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan.
5. Mengurangi risiko penyakit Alzheimer dan penyakit terkait otak
Oleocanthal dalam zaitun dan minyak zaitun juga dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit Alzheimer dan penyakit terkait otak lainnya. Oleocanthal membantu membersihkan plak amiloid-beta, yang bertanggung jawab untuk mengganggu fungsi sel, dari otak dan mendorong degenerasinya. Sebuah studi yang diterbitkan di International Journal of Molecular Sciences menunjukkan bahwa senyawa fenolik yang terdapat dalam zaitun mengurangi risiko terjadinya gangguan kognitif ringan.
6. Dapat mencegah diabetes
Terdapat hubungan antara mengonsumsi minyak zaitun dan pencegahan diabetes tipe 2 dengan membantu tubuh mengatur kadar glukosa. Kadar glukosa yang tidak terkontrol dapat menyebabkan perkembangan diabetes tipe 2, dan minyak zaitun dapat membantu mengaturnya karena kandungan lemak tak jenuh tunggalnya. Lemak ini membantu tubuh memproses gula dalam makanan, menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Nutrition & Diabetes.
7. Membantu meningkatkan kesehatan kulit
Sifat antioksidan, vitamin, dan antibakteri minyak zaitun membuatnya bermanfaat bagi kulit, menurut studi yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients. Minyak zaitun membantu mencegah penuaan dini, melembapkan kulit, dan memperbaiki kondisi kulit seperti eksim dan psoriasis. Minyak zaitun dapat digunakan sebagai pelembap, eksfoliator, penghapus riasan mata, masker wajah, perawatan kerutan, dan minyak bekas luka. Namun, minyak zaitun mungkin tidak cocok untuk semua orang dan dapat menyebabkan iritasi kulit atau pori-pori tersumbat pada beberapa orang.
Efek samping zaitun
Meskipun zaitun memiliki banyak manfaat, buah ini sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah sedang. Penting untuk mengonsumsinya dalam jumlah sedang karena kandungan natriumnya yang tinggi. Penderita tekanan darah tinggi harus sangat berhati-hati. Selain itu, zaitun mungkin mengandung unsur-unsur kecil logam berat dan senyawa yang disebut akrilamida, yang saat ini sedang diteliti kemungkinan hubungannya dengan kanker tertentu. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui hal ini. Anda mungkin juga alergi terhadap zaitun, dan dalam hal ini, konsumsinya dapat menyebabkan gatal-gatal, biduran, serta kesulitan menelan dan bernapas.
Berapa banyak zaitun yang sebaiknya Anda makan dalam sehari?
Penting untuk membatasi asupan zaitun karena kandungan lemaknya yang tinggi. 16–24 buah zaitun ukuran kecil hingga sedang dalam sehari sudah cukup, dan sebaiknya tidak dikonsumsi lebih dari itu. Zaitun dapat dimakan kapan saja, tetapi waktu terbaik untuk makan zaitun adalah tepat sebelum tidur. Zaitun juga dapat membantu Anda tidur lebih nyenyak.
Bagaimana cara makan zaitun?
Zaitun segar dapat dikonsumsi setelah direndam dalam air untuk menghilangkan rasa pahitnya. Selain itu, zaitun dapat dimarinasi dengan berbagai macam herba, rempah, dan bahan lainnya untuk menambah cita rasa pada hidangan apa pun. Bumbu marinasi yang umum digunakan antara lain bawang putih, lemon, rosemary, dan cabai.
Zaitun juga dapat diisi dengan berbagai macam bahan, seperti keju, ikan teri, atau almon, untuk menambah tekstur. Zaitun juga dapat dimasak dengan berbagai cara, seperti dipanggang, dibakar, atau ditumis. Zaitun merupakan tambahan yang baik untuk salad, pasta, dan pizza. (nano)
Tinggalkan Komentar