Sukoharjonews.com – Veneer gigi adalah cangkang tipis untuk melapisi bagian gigi depan. Cangkang ini terbuat dari resin komposit atau porselen yang memiliki bentuk dan warna menyerupai gigi asli.
Pemasangan veneer sendiri bertujuan untuk memperindah gigi. Prosedur ini akan menutupi kekurangan pada bentuk, warna, panjang, atau ukuran gigi. Meskipun bermanfaat, perawatan gigi ini ternyata juga memiliki sejumlah risiko
Dikutup dari Yesdok, pada Selasa (23/7/2024), berikut risiko dari veneer gigi untuk kesehatan gigi:
1. Sensitivitas Gigi
Setelah pemasangan veneer, gigi akan lebih rentan mengalami rasa ngilu atau nyeri. Ini karena enamel yang terkikis melindungi gigi dari perubahan suhu, dan sensitivitas ini dapat bersifat sementara atau permanen, tergantung pada seberapa banyak enamel yang terkikis.
2. Ketidakcocokan Warna
Veneer tidak berubah warna. Namun, warna gigi alami akan berubah seiring waktu dan sehingga menyebabkan perbedaan warna yang mencolok, kondisi ini juga dapat mempengaruhi kesehatan mulut seperti bau mulut.
3. Kerusakan Permanen pada Gigi Alami
Pemasangan veneer akan menyebabkan pengikisan pada lapisan enamel gigi, yang membuat gigi lebih sensitif dan rentan terhadap kerusakan.
4. Risiko Kerusakan atau Lepasnya Veneer
Veneer dapat rusak karena aktivitas seperti menggigit benda keras atau trauma fisik.
5. Pemeliharaan dan Penggantian
Veneer tidak bertahan selamanya. Bergantung pada bahan yang digunakan dan bagaimana dirawat, veneer biasanya dapat bertahan antara 7-15 tahun, tetapi jika dirawat dengan baik, mungkin diperlukan penggantian setelah beberapa tahun.
Sebaiknya Anda juga berkonsultasi dengan dokter gigi agar mendapatkan edukasi dan penanganan yang terbaik terkait kesehatan.(cita septa)
Tinggalkan Komentar