
Sukoharjonews.com (Gatak) – Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Sukoharjo memutuskan untuk menutup Pasar Gawok sementara waktu. Penutupan dilakukan karena kondisi pasar yang terlalu ramai sehingga sulit diterapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan penyebaran virus corona.
Plt Kepala Dinas Perdangan, Koperasi dan UKM Sukoharjo, Iwan Setiyono membenarkan penutupan Pasar Gawok di Kecamatan Gatak tersebut. Menurutnya, penutupan dilakukan terhitung mulai 7-20 Juli 2021. Dengan kata lain, pasar baru dibuka kembali setelah selesainya pelaksnaaan PPKM Darurat.
“Iya benar, ditutup sementara waktu mulai 7-20 Juli,” ujar Iwan, Kamis (8/7/2021).
Dikatakan Iwan, selama ini situasi dan kondisi Pasar Gawok dinilai terlalu ramai sehingga sulit diterapkan prokes. Terlebih lagi, pengunjung pasar tidak hanya warga sekitar, namun juga berasal dari wilayah di Solo Raya. Dengan penutupan tersebut diharapkan dapat mencegah peyebaran virus di wilayah Gatak.
Selama PPKM Darurat sendiri, pasar tradisional diperbolehkan beroperasi dengan prokes ketat dengan maksimal pengunjung 50%. Namun, karena Pasar Gawok dinilai terlalu ramai, dinas memutuskan untuk menutup sementara sampai selesainya PPKM Darurat. Saat ini baru satu pasar tradisional tersebut yang ditutup.
Untuk itu, Iwan berpesan agar pasar tradisional lainnya selalu menegakkan prokes secara ketat pada pedagang dan pengunjung untuk mencegah penyebaran virus. Pasalnya, saat ini terjadi peningkatan kasus positif corona di Sukoharjo.
Seperti diketahui, update oer 7 Juli kemarin ada kenaikan 97 kasus positif corona baru. Saat ini akumulasi kasus positif sudah mencapai 8.195 kasus. Terdiri dari 6.911 kasus sembuh dan selesai isoman,532 kasus meninggal dan 752 kasus aktif. Untuk kasus aktif sendiri terdiri dari 598 kasus isolasi mandiri dan 154 kasus rawat inap di rumah sakit. (erlano putra)



Facebook Comments