Sukoharjonews.com – Pemkab Sukoharjo dalam hal ini Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (Diskopumdag) mengumpulkan 153 Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Alun-Alun Satya Negara, Senin (2/3/2026). Acara ini merupakan sosialisasi awal rencana pembangunan Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera) tahun ini.
Kepala Diskopumdag Kabupaten Sukoharjo, Sumarno, menjelaskan sosialisasi tersebut menyasar PKL yang selama ini berjualan di kawasan Alun-Alun Satya Negara, sisi timur bekas lapangan tenis, serta di sekeliling Gedung Budi Sasono.
“Total ada sekitar 153 pedagang yang terdiri dari pedagang pagi dan malam,” ujarnya.
“Sosialisasi ini kami mengundang PKL dari alun-alun, kemudian sebelah timur bekas lapangan tenis dan sekeliling Gedung Budi Sasono, kurang lebih 153 pedagang baik pagi maupun malam,” sambungnya.
Selain para pedagang, Diskopumdag juga mengundang para pemangku wilayah seperti camat, lurah, RT, RW, serta tokoh masyarakat setempat guna memastikan rencana pembangunan tersebut diketahui dan dipahami bersama.
Dalam pertemuan tersebut, pihaknya memaparkan gambaran awal atau layout kasar Pujasera yang akan dibangun. Saat ini, perencanaan masih dalam tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED).
Sementara untuk waktu pelaksanaan pembangunan hingga jadwal relokasi pedagang, akan disampaikan lebih lanjut seiring proses yang berjalan hingga tahun 2026. Sumarno menambahkan, selama proses pembangunan nantinya, para pedagang tidak langsung dialihkan ke lokasi lain.
Pihaknya sebenarnya telah menyarankan agar pedagang untuk sementara tidak berjualan demi kelancaran penataan kawasan.
“Sebetulnya kami sudah menyarankan untuk tidak berjualan sementara. Namun karena kebutuhan hidup, para pedagang masih diperbolehkan berjualan dengan catatan tidak mengganggu ketertiban dan proses penataan,” jelasnya.
Ia menegaskan, secara umum para pedagang merespons rencana pembangunan Pujasera dengan antusias dan positif.
Diharapkan, keberadaan Pujasera nantinya mampu menata kawasan Alun-Alun Satya Negara menjadi lebih tertib, nyaman, serta meningkatkan kesejahteraan para pedagang.
Lebih lanjut, Sumarno menjelaskan ada beberapa tahapan pembangunan pujasera.
“Proyek ini nantinya mencakup empat tahapan penting, pertama pendataan PKL, proses pembangunan pujasera, relokasi PKL dari alun-alun Sukoharjo dan sekitarnya ke pujasera dan terakhit revitalisasi alun-alun,” terangnya.
Adapun pembagian kategori tempat berjulan, shelter atau kios berupa bangunan yang ditandai dengan adanya sekat pembatas antara shelter atau kios.
“Shelter atau kios digunakan PKL yang selama ini menyediakan fasilitas makan ditempat bagi para pembeli saat pagi sampai sore atau sore sampai malam,” paparnya.
Ia menambahkan untuk bagian los atau oprokan berupa bangunan yang ditandai antara los, diprioritaskan untuk PKL yang selama ini menggunakan sistem drive thru atau dibawa pulang.
“Waktu penjualan sesi pagi-siang, waktu berjualan mulai jam 3 pagi sampai 12 siang. Kemudian sesi siang pukul 12 siang sampai 11 malam,” tambahnya. (nano)
Tinggalkan Komentar