
Sukoharjonews.com (Semarang) — Bencana tanah longsor Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jateng, Minggu (16/11/2025). Menyikapi bencana tersebut, Pemprov Jateng berencana melakukan relokasi 424 orang warga korban bencana longsor dari tempat pengungsian ke hunian sementara.
“Banjarnegara disiapkan dua hektare untuk hunian sementara. Ini kita koordinasikan dengan bupatinya,” terang Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dikutip dari laman Pemprov Jateng, Kamis (20/11/2025).
Luthfi menyebut jumlah pengungsi yang akan direlokasi mencapai 424 jiwa. Menurutnya, relokasi harus dilakukan secepat mungkin, agar warga tidak berlama-lama tinggal di tempat pengungsian.
“Hunian sementara ini sesegera mungkin. Jangan sampai mereka berada di pengungsian terlalu lama. Hunian tetap akan kita pikirkan setelahnya,” kata Luthfi.
Selain Banjarnegara, relokasi juga disiapkan untuk korban bencana longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap.
“Untuk Majenang kita siapkan relokasi, baik hunian sementara maupun hunian tetap. Fokus kita hunian sementara dulu,” jelasnya.
Langkah relokasi ini, menurut Luthfi, bagian dari penanganan pascabencana yang harus terencana dan cepat. Dia memastikan, provinsi, kabupaten/ kota, hingga BNPB bergerak bersama.
Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati, menyatakan apresiasi kepada Gubernur Luthfi, yang telah melakukan langkah pencegahan dan penanganan secara proaktif. Menurutnya, Jawa Tengah menunjukkan contoh baik dalam kesiapsiagaan.
“Kami memberikan apresiasi kepada Bapak Gubernur. Tidak bisa lagi kita menunggu kejadian bencana, baru sibuk melakukan respons. Jateng sudah bergerak dari awal,” ujarnya.
Raditya menegaskan pentingnya peta risiko dimiliki setiap daerah, sebagai standar wajib.
“Setiap kabupaten/kota harus memiliki peta risiko dan meng-overlay-nya dengan prediksi BMKG. Dari situ akan kelihatan wilayah dengan ancaman curah hujan tinggi, banjir, maupun longsor,” jelasnya.
Raditya juga menyampaikan operasi modifikasi cuaca (OMC) sedang dan terus dijalankan, untuk mengurangi potensi hujan ekstrem di wilayah rawan. (nano)















Facebook Comments