Terkait Data Sosial, Bupati Sukoharjo: Harus Akurat Agar Bantuan Tepat Sasaran!

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani.

Sukoharjonewscom – Sesuai data BPS 2025, angka kemiskinan Kabupaten Sukoharjo turun 0,64%. Dalam upaya pengentasan kemiskinan, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani mengintruksikan agar data sosial yang digunakan sebagai acuan penyaluran bantuan benar-benar akurat.

“Kita perlu memperkuat pemetaan ulang penerima manfaat dari berbagai program penanggulangan kemiskinan seperti bansos, PKH, dan BPNT. Pemetaan ini harus dilakukan secara kolaboratif agar data benar-benar tepat sasaran,” tandas Etik, Minggu (7/12/2025).

Etik meminta warga yang sudah mandiri dan telah berhasil keluar dari garis kemiskinan untuk melakukan graduasi, sehingga mereka tidak lagi termasuk dalam kelompok sasaran penerima bantuan. Dengan demikian, bantuan dapat dialihkan kepada masyarakat yang masih benar-benar membutuhkan.

Bupati juga mengatakan, perlunya melakukan optimalisasi pemanfaatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai dasar pelaksanaan program-program penanggulangan kemiskinan di daerah. Dengan pemanfaatan data yang terintegrasi dan mutakhir, Pemerintah dapat memastikan seluruh program berjalan lebih tepat sasaran.

“Sebagai contoh, DTSEN akan menjadi dasar penting dalam pelaksanaan Program Sekolah Rakyat yang rencananya mulai dibangun di Kabupaten Sukoharjo pada akhir tahun ini, sehingga penerima manfaat benar-benar berasal dari keluarga yang membutuhkan,” ujarnya.

Bupati juga meminta kepada seluruh pemangku kepentingan untuk bekerjsama dalam penanggulangan kemiskinan. Pasalnya, penanggulangan kemiskinan adalah kerja bersama, kerja tim, yang harus dilakukan secara gotong royong. Dengan kebersamaan tersebut, dapat dipastikan setiap program pengentasan kemiskinan berjalan tepat sasaran, tanpa ada yang keliru dalam pemberian bantuan.

“Dengan sinergi semua pihak, saya yakin upaya penurunan kemiskinan di Kabupaten Sukoharjo, dapat kita capai sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah,” katanya.

Bupati meminta Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Sukoharjo untuk bekerja lebih optimal lagi dalam upaya menurunkan angka kemiskinan, termasuk kemiskinan ekstrem. Untuk itu, Bupati menekankan pentingnya terus berinovasi, memperkuat sinergi dan kolaborasi, serta memastikan konvergensi program dapat berjalan dengan baik di seluruh perangkat daerah.

“Dengan langkah-langkah tersebut, kita dapat mempercepat pencapaian target penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Sukoharjo.

“Saya mengajak seluruh stakeholder dan seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam setiap program dan kegiatan yang kita jalankan. Jangan sampai ada program yang tumpang tindih, dan pastikan bahwa setiap langkah yang diambil benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat paling rentan dan miskin ekstrem,” tambahnya. (nano)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar