Terdampak Tanah Gerak Banjarnegara, Gubernur Ahmad Luthfi Serahkan 36 Unit Rumah

Penyerahan unit rumah untuk warga terdampaj rumah gerak Banjarnegara. (Foto: Dok Pemprov Jateng)

Sukoharjonews.com (Banjarnegara) — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyerahkan 36 unit rumah kepada warga terdampak tanah bergerak di Dusun Bawang, Desa Aribaya, Kecamatan Pagentan, Kabupaten Banjarnegara. Selain unit rumah sebagai hunian tetap, warga juga menerima sertifikat tanah yang sah, dan sudah bisa menempati rumah.

Serah terima rumah tersebut merupakan wujud nyata kolaborasi antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten, dalam memberikan jaminan keselamatan terhadap warganya. Terutama bagi warga Dusun Bawang, Desa Aribaya, yang sudah bertahun-tahun diliputi rasa cemas dan menanti relokasi.

“Senang atau tidak? Masih ingat rumah dulu? Tidak usah ingat yang dulu karena tidak bisa dipakai lagi dan bahaya. Yang penting, pada puasa dan lebaran ini tinggal di rumah baru, gratis, tidak bayar. Semoga berkah bagi kita semuanya,” ujar Luthfi, dikutip dari laman Pemprov Jateng, Kamis (26/2/2026).

Dia membeberkan, di Jawa Tengah banyak terjadi bencana alam. Hal itu harus disikapi bersama oleh seluruh pemangku kepentingan dan stakeholder terkait. Dia tidak ingin penanganan saat terjadi bencana dan pascabencana dilakukan secara asal, tetapi harus komprehensif, sehingga masyarakat terdampak bisa bangkit kembali.

“Itu penting. Harus ada kerja sama dan kolaborasi, termasuk cara mengatasinya, sehingga masyarakat merasa tidak ditinggalkan. Pejabat yang bersangkutan harus menyertai,” terangnya.

Ditambahkan, penyerahan 36 unit rumah untuk hunian tetap tersebut terwujud, berkat kolaborasi dari berbagai pihak. Mulai dari Pemkab Banjarnegara yang menyiapkan dana menetapkan lahan relokasi, Pemprov Jateng memberikan bantuan untuk membangun rumah, kemudian BPN menyiapkan sertifikat tanah.

“Jadi manfaatkan rumah ini untuk masa depan bapak-ibu sekalian,” ungkap Luthfi, didampingi Bupati Banjarnegara Amalia Desiana, serta Kepala Dinas Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Jawa Tengah, Boedyo Dharmawan.

Adapun, 36 unit rumah tersebut dibangun menggunakan teknologi Ruspin. Keunggulan dari teknologi Ruspin adalah tahan gempa, pembangunan sangat cepat, lebih ekonomis dan efisien, serta fleksibel dan kuat.

“Kami mewakili masyarakat berterima kasih kepada Gubernur dan jajaran Pemprov Jateng. Awalnya proses cukup lama, sudah dari 2022, tapi di masa Gubernur Ahmad Luthfi bisa dipercepat dan sudah diserahkan kuncinya ke warga,” kata Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana.

Amalia menegaskan, ke depan masih akan melengkapi sejumlah fasilitas umum seperti akses jalan, musala, instalasi listrik, air bersih. Dalam waktu dekat untuk musala akan dibantu oleh Baznas setempat.

“Setelah kunci dan sertifikat diberikan, sudah bisa ditempati. Total semua relokasi (di Banjarnegara) ada 80 unit, ini terakhir 36 unit,” tambahnya. (nano)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar