Tembok Bekas Ndalem Singopuran Kartasura Dibongkar, Bupati: Mungkin Maunya “Ethok-ethok” Tidak Tahu

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat mengecek lokasi tembok bekas “Ndalem Singopuran” Kartasura yang dibongkar pemilik lahan.

Sukoharjonews.com (Kararsura) – Kasus perusakan tembok yang diduga BCB kembali terjadi di Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jumat (8/7/2022) pagi. Aksi perusakan tersebut membuat geram Pemkab Sukoharjo, bahkan Bupati Etik Suryani pun langsung meninjau lokasi dan mengaku geram dengan aksi tersebut. Padahal, sehari sebelumnya tim dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Sukoharjo baru saja mendatangi lokasi tersebut.

“Saya begitu diberi laporan langsung ke lokasi untuk cek. Kok yag bisa-bisanya, setelah kejadian di situs Keraton kartasura kok terjadi lagi” ujar Bupati.

“Mungkin “karepe nuwun sewu ethok-ethok” tidak tahu, melihat tembok seperti ini sebodoh-bodohnya orang pasti tahu bekas keraton. Kalau mau membongkar kan bisa tanya kiri kanan, Pak RT, Pak RW, Pak Lurah. Kalau mau membangun tanya dulu boleh tidak tembok yang ada dibongkar,” sambung Bupati.

Menurut Etik, pembongkaran tersebut dilakukan tanpa koodinasi dengan RT maupun Lurah setempat sehingga membuat kaget warga.

Sedangkan Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo, Siti Laila menyampakan, sehari sebelumnya karyawan dinas baru dari lokasi tersebut dan bertemu dengan pemilik lahan. Saat itu, pemilik lahan tidak memberitahu atau bercerita kalau tembok yang ada mau dibongkar.

“Jadi kami mengantar tim dari Provinsi Jateng dimana tim provinsi mengaji BCB situs Keraton Kartasura untuk ditingkatkan ke level provinsi dan mampir ke lokasi tersebut. Rencananya, tembok yang ada ini akan dikaji oleh tim ahli cagar budaya Sukoharjo,” jelas Laila.

Menurutnya, belum sempat dilakukan kajian justru ada kejadian pembongkaran tembok. Padahal, tembok tersebut sudah didaftarkan di register nasional sebagai objek yang diduga cagar budaya karena memiliki struktur yang patut diduga sebagai BCB dan didaftarkan tahun 2017.

“Usianya tembok sekitar 277 tahun dan diperkirakan bekas rumah patih Keraton Kartasura. Jadi tembok yang dibongkar adalah “Benteng Ndalem Singopuran,” ujarnya.

Laila juga mengatakan, pemilik lahan tersebut aslinya dari Jakarta dan tinggal di Kabupaten Boyolali dan sudah lima tahun lalu membeli lahan tersebut.”Seharusnya tahu baru ada kejadian di benteng Keraton Kartasura kok ya tetap nekat membongkar lagi di sini (Benteng Ndalem Singopuran),” ujarnya. (nano)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar