Teh Hijau vs Kopi Hijau: Mana yang Lebih Baik untuk Menurunkan Berat Badan?

Sebaiknya minum kopi hijau atau teh hijau untuk menurunkan berat badan? (Foto: Freepik)

Sukoharjonews.com – Teh hijau dan kopi hijau dikenal karena manfaat kesehatannya. Keduanya juga populer di kalangan orang yang menjaga berat badan. Namun, apakah teh hijau lebih baik daripada kopi hijau untuk menurunkan berat badan?

Dilansir dari Healthshots, sabtu (29/8/2026), kebanyakan orang memulai hari mereka dengan secangkir teh atau kopi. Mereka yang memiliki target kebugaran cenderung memilih teh hijau dibandingkan jenis lain. Kopi juga memiliki varian hijau yang kaya akan asam klorogenat, senyawa yang diyakini memiliki berbagai manfaat kesehatan, termasuk penurunan berat badan. Biji kopi hijau pada dasarnya berada dalam kondisi alami dan belum diproses. Dengan demikian, karakteristiknya mirip dengan teh hijau, yang merupakan salah satu jenis teh dengan proses pengolahan paling minim.

Selain itu, jika berbicara tentang penurunan berat badan, kita tidak bisa mengabaikan teh hijau, karena minuman ini populer di kalangan mereka yang menjaga berat badan. Namun, jika diberi pilihan, sebaiknya Anda minum teh hijau atau kopi hijau untuk menurunkan berat badan?

Apa itu kopi hijau?
Kopi hijau adalah kopi yang terbuat dari biji kopi mentah yang belum disangrai. Berbeda dengan biji kopi tradisional yang disangrai untuk mendapatkan warna cokelat pekat dan cita rasa yang kuat, biji kopi hijau berada dalam kondisi alami dan belum diproses, ujar ahli gizi Ramya B. Kopi ini mengandung kafein, namun sering kali jumlahnya lebih sedikit dibandingkan kopi yang sudah disangrai. Jumlah pastinya dapat bervariasi tergantung pada jenis biji kopi dan metode penyajiannya. Kopi hijau sering dikonsumsi sebagai minuman layaknya kopi biasa, namun terkadang juga digunakan dalam bentuk suplemen karena potensi manfaat kesehatannya.

Apa itu teh hijau?
Teh hijau terbuat dari daun tanaman Camellia sinensis, yang mengalami oksidasi minimal selama proses pengolahan. Ini adalah salah satu jenis teh yang paling sedikit melalui proses pengolahan, sehingga warna hijaunya dan kadar antioksidannya yang tinggi tetap terjaga, ujar sang ahli. Teh hijau kaya akan katekin, khususnya *epigallocatechin gallate* (EGCG), yang merupakan antioksidan kuat yang membantu menetralkan radikal bebas dan mengurangi stres oksidatif.

Apa perbedaan antara teh hijau dan kopi hijau?
Selain kemiripan warnanya, ada beberapa karakteristik yang membedakan teh hijau dari kopi hijau.

1. Rasa
Kopi hijau memiliki rasa yang ringan dan tidak terlalu pahit dibandingkan kopi sangrai. Teh hijau memiliki cita rasa khas tanaman—gurih sekaligus bernuansa buah—dengan sentuhan aroma rumput. Rasanya bisa sedikit manis atau agak pahit, tergantung pada cara penyajiannya.

2. Proses pembuatan
Kopi hijau terbuat dari biji kopi mentah yang tidak disangrai; biji kopi dipanen lalu diproses untuk membuang lapisan buah bagian luarnya. Kemudian, biji tersebut dikeringkan dan digiling atau digunakan secara utuh. Cara penyeduhannya mirip dengan kopi sangrai. Teh hijau dibuat dari daun teh yang tidak mengalami oksidasi; daun teh dikukus atau disangrai di wajan untuk mencegah oksidasi, sehingga warna hijau dan nutrisinya tetap terjaga. Daun teh biasanya diseduh dalam air panas untuk mengekstrak rasa dan senyawa bermanfaat yang terkandung di dalamnya.

3. Manfaat kesehatan
Kopi hijau dapat membantu menurunkan tekanan darah, terutama pada penderita hipertensi ringan, kata Ramya. Kandungan asam klorogenat dalam minuman ini diperkirakan berperan dalam efek tersebut dengan cara meningkatkan fungsi pembuluh darah. Minuman ini juga mengandung kafein yang dapat meningkatkan fungsi kognitif dan kewaspadaan. Teh hijau kaya akan katekin dengan efek antioksidan yang luas, yang berkontribusi pada kesehatan secara keseluruhan. Ada berbagai manfaat kesehatan dari teh hijau. Salah satu manfaat pentingnya adalah kemampuannya memperbaiki kadar kolesterol dan mendukung kesehatan kardiovaskular berkat kandungan antioksidannya, ujar sang ahli.

Teh hijau vs kopi hijau untuk penurunan berat badan
Sebuah studi tahun 2011 yang diterbitkan dalam jurnal “Gastroenterology Research and Practice” menunjukkan bahwa konsumsi kopi hijau dapat membantu penurunan berat badan. Demikian pula, sebuah studi tahun 2008 yang diterbitkan dalam jurnal “Physiology & Behavior” menunjukkan bahwa partisipan yang mengonsumsi ekstrak teh hijau mengalami penurunan berat badan sebesar 3,3 kg dalam waktu tiga bulan.

Jadi, minuman mana yang lebih baik untuk menurunkan berat badan?
Biji kopi hijau kaya akan asam klorogenat, yang dipercaya dapat membantu mengurangi penyerapan karbohidrat dari saluran pencernaan, sehingga menurunkan kadar gula darah dan mencegah penumpukan lemak. Hal ini dapat membantu mengurangi akumulasi lemak dan mendukung penurunan berat badan, ujar Ramya. Di sisi lain, teh hijau dapat meningkatkan laju metabolisme dan mempercepat pembakaran lemak, yang juga dapat membantu menurunkan berat badan. Namun, sekadar mengonsumsi teh hijau atau kopi hijau saja tidak bisa dijadikan strategi utama untuk menurunkan berat badan. Anda juga perlu menjalani pola makan seimbang dan berolahraga.

Apa saja efek samping kopi hijau dan teh hijau?
Berikut adalah beberapa efek samping dari kedua minuman tersebut:

1. Kopi hijau
Minuman ini dapat menyebabkan rasa gelisah, gangguan pencernaan, dan rasa resah akibat kandungan kafeinnya. Konsumsi berlebihan dapat memicu peningkatan detak jantung dan kecemasan, menurut para ahli. Anda bisa mengonsumsi satu atau dua cangkir kopi hijau per hari untuk menghindari efek samping tersebut.

2. Teh hijau
Minuman ini dapat menyebabkan gangguan perut, insomnia, atau sakit kepala akibat kandungan kafeinnya. Karena mengandung tanin, teh hijau dapat menghambat penyerapan zat besi. Mengonsumsi dua atau tiga cangkir teh hijau per hari umumnya aman.

Kopi hijau dan teh hijau adalah dua jenis minuman berbeda yang bisa menjadi bagian dari pola makan Anda. Keduanya dapat membantu menjaga berat badan, namun jangan hanya mengandalkan keduanya untuk menurunkan berat badan. (nano)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar