Sukoharjo Kembali Raih Prestasi, Kali Ini Penghargaan Smart Society dari Komdigi RI

banner 468x60
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menerima penghargaan Smart Society dari Menteri Komdigi, Meutya Hafid di Yogyakarta, Selasa (26/8/2025) malam.

Sukoharjonews.com – Kabupaten Sukoharjo kembali meraih penghargaan, yakni terbaik dalam implementasi Smart Society pada kegiatan Smart City Business Match Making dan Forum Smart City Nasional yang dilaksanakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI. Penyerahan penghargaan dilaksanakan di Yogyakarta, 26-27 Agustus 2025.

Penghargaan Smart City tersebut diterima langsung oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani dari Menteri Komdigi, Meutya Hafid, Selasa (26/8/2025) malam.

Terkait penghargaan tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sukoharjo, Suyamto, mengatakan program smart city merupakan program nasional yang telah berjalan sejak tahun 2017. Kabupaten Sukoharjo sendiri mulai bergabung dalam program ini sejak 2018.

“Smart city awalnya ditargetkan hanya untuk 100 kabupaten/kota, namun hingga kini terus berkembang. Setiap tahun ada dua kali asesmen, yaitu evaluasi kesesuaian rekomendasi tahap sebelumnya, serta penilaian perkembangan penerapan smart city,” terangnya, Rabu (27/8/2025).

Menurutnya, terdapat enam dimensi dalam penerapan smart city, salah satunya smart society dimana Sukoharjo menjadi yang terbaik nasional melalui program unggulan “Ngopeni Akhu” (Monggo Peduli Anak Berkebutuhan Khusus).

Program tersebut fokus pada penguatan sanggar inklusi dan peningkatan kapasitas dalam memfasilitasi penyandang disabilitas. “Dari hasil asesmen, tim kementerian menilai Sukoharjo terbaik secara nasional dalam kategori smart society,” katanya.

Suyamto menambahkan, keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Misalnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menyediakan fasilitas ramah disabilitas di ruang publik, Dinas Sosial mendirikan sanggar inklusi, Dinas Kesehatan mengelola layanan kesehatan di sanggar inklusi, hingga Bapperida dalam perencanaan dan Dinas Lingkungan Hidup dalam pengelolaan lingkungan.

“Jadi ini kerja bareng semua OPD, bukan hanya Diskominfo. Kami hanya mengoordinasi. Untuk smart governance misalnya, itu juga melibatkan sektor perpajakan daerah, retribusi, hingga penerapan transaksi non-tunai,” jelasnya.

Dengan penghargaan ini, Pemkab Sukoharjo berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan berbasis digital, meningkatkan keterlibatan masyarakat, serta memperluas inovasi dalam pelayanan publik. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *