Sukoharjonews.com – Photonmatrix telah meluncurkan kampanye penggalangan dana di Indiegogo untuk perangkat pengusir nyamuk laser portabelnya. Sistem yang menyerupai menara fiksi ilmiah mini ini menggunakan LIDAR dan teknologi laser untuk mendeteksi dan membasmi nyamuk saat terbang. Harganya mulai dari USD498 atau Rp8 jutaan, dan perusahaan mengklaim perangkat ini dapat membunuh hingga 30 nyamuk per detik, bahkan dalam kegelapan total.
Dikutip dari Gizmochina, Minggu (13/7/2025), sistem ini dibuat oleh penemu Jim Wong dan menggabungkan LIDAR presisi tinggi dengan laser yang dikendalikan galvanometer. Sistem ini dapat mengidentifikasi nyamuk dan membedakannya dari objek yang lebih besar seperti manusia, hewan peliharaan, dan burung, sehingga terhindar dari penembakan yang tidak disengaja. Laser ini beroperasi secara senyap dan tanpa bahan kimia, hanya mengandalkan penargetan inframerah dan laser untuk menetralkan hama terbang dalam hitungan milidetik.
Versi standar Photonmatrix memiliki jangkauan 3 meter, sedangkan model Pro memperluas jangkauan hingga 6 meter. Kedua versi memiliki peringkat IP68 untuk ketahanan terhadap debu dan air serta mendukung pengoperasian hingga 16 jam saat terhubung ke bank daya 24V yang cukup kuat. Alih-alih menggunakan algoritme berbasis AI, sistem ini mengandalkan kondisi pemicu yang ketat untuk memastikan keamanan dan ketepatan.
Pembeli akan menerima unit laser inti, power brick, kabel DC 2 meter, dan dudukan dudukan. Aksesori opsional meliputi platform berputar dan dongle untuk menghubungkan ke bank daya ponsel pintar yang memenuhi persyaratan voltase.
Meskipun kampanye telah melampaui 1300% dari target awal USD20.000, Photonmatrix masih dalam tahap prototipe. Produksi massal belum dimulai, dan calon pembeli harus mempertimbangkan risiko umum dari perangkat keras crowdfunding. Namun, jika berhasil dikirim, Photonmatrix dapat menawarkan cara baru dan sangat tepat sasaran untuk menangani nyamuk di halaman belakang, tempat perkemahan, atau tempat pemancingan. (nano)
Tinggalkan Komentar