Simak di Sini, Penjelasan tentang Jiwa dan Ruh, Sama atau Berbeda?

Ilustrasi. (Freepik)

Sukoharjonews.com – Disebut ruh karena raga hidup karena keberadaannya. Perbedaan antara jiwa dan ruh terletak pada ciri-ciri, bukan pada esensinya.

Dikutip dari Humayro, Kamis (17/7/2027), Imam Ibnu Qayyim menjelaskan, orang berbeda pendapat dalam hal ini. Ada yang berpendapat, jiwa dan ruh intinya sama. Demikian pendapat mayoritas. Ada juga yang be-pendapat, ruh dan jiwa berbeda.

Berikut kami jelaskan rahasia masalah ini:

Jiwa disebut untuk beberapa hal; di antaranya ruh dan jiwa. Jiwa dalam Al-Qur’an disebut untuk esensi dzat secara keseluruhan, seperti yang disebutkan dalam firman Allah:

فَسَلِّمُوا عَلَى أَنفُسِكُمْ

“Hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri.” (QS. An-Nur: 61)

يَوْمَ تَأْتِي كُلُّ نَفْسٍ تُجَادِلُ عَن نَّفْسِهَا

“(Ingatlah) suatu hari (ketika) tiap-tiap diri datang untuk membela dirinya sendiri.” (QS. An-Nahl: 111)

كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ (٣)

“Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya.” (QS. Al-Muddatstsir: 38)

Sementara ruh tidak disebut untuk raga baik secara tersendiri atau bersamaan dengan jiwa. Ruh disebut untuk Al-Qur’an yang diwahyukan Allah kepada rasul-Nya. Allah firman: ber-

وَكَذَلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ رُوحًا مِنْ أَمْرِنَا

“Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al-Qur’an) dengan perintah Kami.” (QS. Asy-Syura: 52)

Wahyu yang Allah sampaikan kepada para nabi dan rasul-Nya. Allah berfirman:

رَفِيعُ الدَّرَجَاتِ ذُو الْعَرْشِ يُلْقِي الرُّوحَ مِنْ أَمْرِهِ، عَلَى مَن يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ لِنُذِرَ يَوْمَ الثَّلَاقِ

“(Dialah) yang Maha Tinggi derajat-Nya, yang mempunyai ‘Arsy, yang mengutus Jibril dengan (membawa) perintah-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya, supaya dia memperingatkan (manusia) tentang hari pertemuan (hari kiamat).” (QS. Ghafir: 15)

Disebut ruh karena raga hidup karena keberadaannya. Perbedaan antara jiwa dan ruh terletak pada ciri-ciri, bukan pada esensinya. (nano)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar