
Sukoharjonews.com – Apa yang dicontohkan Rasullulah SAW kepada Aisyah menjadi pelajaran bahwa rumah tangga yang sakinah bukanlah yang tanpa masalah, tetapi rumah tangga yang mampu menyelesaikan masalah dengan sabar, saling pengertian, dan kasih sayang.
Dikutip dari Humayro, Selasa (16/9/2025), dalam kehidupan rumah tangga, setiap pasangan tentu akan menghadapi dinamika—termasuk perbedaan karakter, kemarahan, bahkan konflik kecil yang tak terhindarkan. Namun, dari Rasulullah SAW, kita belajar bagaimana seharusnya seorang suami bersikap penuh cinta, kelembutan, dan kebijaksanaan kepada istrinya. Hubungan Rasulullah SAW dengan Aisyah radhiyallahu ‘anha menjadi cerminan agung akan hal itu.
Aisyah adalah istri yang sangat dicintai Nabi SAW. Meski usianya masih belia saat menikah, beliau tumbuh menjadi wanita cerdas, lembut, kuat ingatan, dan menjadi perawi hadis terpercaya dalam sejarah Islam. Aisyah tak hanya menjadi pendamping hidup Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi saksi dan penjaga ilmu yang beliau tinggalkan.
Dalam sebuah riwayat, Aisyah RA menceritakan: “Ketika aku marah, Nabi SAW mencubit hidungku dan berkata, ‘Wahai ‘Uwaisy, katakanlah: Ya Allah, Tuhan Muhammad, ampunilah dosaku, hilangkanlah kemarahan di hatiku dan selamatkanlah aku dari fitnah yang menyesatkan’.” (HR. Ahmad dalam Musnad-nya)
Dari kisah ini, terlihat bagaimana Rasulullah SAW tidak membalas kemarahan dengan kemarahan. Beliau justru menenangkan Aisyah dengan lembut, penuh kasih, dan mengarahkan perasaannya kepada doa yang menyejukkan hati. Ini adalah pelajaran besar bagi setiap pasangan—bahwa menghadapi emosi pasangan dengan kelembutan adalah jalan keluar terbaik.
Keutamaan Aisyah RA
Bukan tanpa alasan Nabi SAW sangat mencintai Aisyah. Dalam banyak riwayat, keutamaan Aisyah diakui dan dijunjung tinggi. Rasulullah SAW pernah bersabda: “Orang yang mulia dari kalangan laki-laki banyak, namun yang mulia dari kalangan wanita hanyalah Maryam binti Imron dan Asiyah istri Fir’aun, dan keutamaan Aisyah atas semua wanita seperti keutamaan sari atas segala makanan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Perumpamaan ini menunjukkan bahwa Aisyah memiliki posisi yang sangat istimewa di sisi Rasulullah SAW dan di mata umat Islam. Aisyah bukan hanya istri Nabi, tapi juga guru besar bagi para sahabat dalam hal ilmu agama.
Ibnu Katsir rahimahullah menulis, “Aisyah adalah wanita yang paling fakih, paling cerdas, dan paling luas pengetahuannya dalam agama.”
Akhlak Nabi dalam Rumah Tangga
Rasulullah SAW adalah teladan sempurna dalam kehidupan rumah tangga. Beliau tidak pernah berlaku kasar kepada istri-istrinya, tidak pernah memukul mereka, dan selalu menasihati dengan kelembutan. Dalam sebuah hadis disebutkan: “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya, dan aku adalah yang paling baik kepada keluargaku.” (HR. Tirmidzi, no. 3895)
Ibnu Qayyim rahimahullah menjelaskan, “Cinta itu tidak ditunjukkan hanya dengan kata-kata, tapi melalui kelembutan, perhatian, dan kesabaran menghadapi karakter pasangan. Rasulullah SAW adalah teladan terbaik dalam hal itu.”
Apa yang dicontohkan Nabi SAW kepada Aisyah menjadi pelajaran bahwa rumah tangga yang sakinah bukanlah yang tanpa masalah, tetapi rumah tangga yang mampu menyelesaikan masalah dengan sabar, saling pengertian, dan kasih sayang.
Penutup
Cinta Rasulullah SAW kepada Aisyah adalah kisah cinta yang suci dan luhur. Ia bukan hanya romantis, tapi penuh nilai-nilai spiritual dan pendidikan. Nabi SAW mengajarkan bahwa marah bukan untuk dibalas dengan emosi, tapi ditenangkan dengan kelembutan. Dan Aisyah, dengan segala keutamaannya, menunjukkan bahwa seorang istri bisa menjadi teladan ilmu dan akhlak dalam rumah tangga dan masyarakat.
Semoga setiap pasangan suami istri bisa meneladani kelembutan hati Rasulullah ﷺSAWdan keshalihan Aisyah RA dalam menjalani bahtera rumah tangga.
“Kelembutan tidaklah ada pada sesuatu melainkan ia akan memperindahnya. Dan tidak dicabut dari sesuatu melainkan ia akan memperburuknya.” (HR. Muslim no. 2594). (nano)













Facebook Comments