Sukoharjonews.com – Setiap manusia pasti akan menghadapi kematian. Sebagai seorang muslim, ada beberapa alasan kenapa harus mempersiapkannya.
Dikutip dari Islampos, Jumat (22/8/2025), Allah SWT berfirman:
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati…”
(QS. Al-Imran: 185)
Bagi seorang Muslim, mempersiapkan kematian bukan berarti putus asa atau menyerah pada kehidupan, melainkan wujud keimanan, kesadaran, dan kesiapan untuk pulang menghadap Allah dengan sebaik-baik keadaan.
1. Menyadari bahwa Dunia Hanya Sementara
Muslim yang bijak selalu menyadari bahwa hidup di dunia hanyalah persinggahan. Mereka tidak terlena dengan harta, jabatan, dan popularitas yang menipu. Rasulullah SAW bersabda:
“Hiduplah di dunia seakan-akan engkau orang asing atau seorang pengembara.”
(HR. Bukhari)
Kesadaran ini membuat mereka lebih fokus menyiapkan bekal untuk kehidupan akhirat.
2. Memperbanyak Amal Sholeh
Persiapan terbaik menuju kematian adalah memperbanyak amal sholeh. Baik itu shalat tepat waktu, sedekah, membantu orang lain, membaca Al-Qur’an, maupun menjaga lisan. Karena kelak yang menemani di kubur bukanlah keluarga atau harta, melainkan amal.
3. Bertaubat dan Memohon Ampunan
Tidak ada manusia yang luput dari dosa. Muslim yang mempersiapkan kematian selalu berusaha menjaga taubatnya, memohon ampun kepada Allah setiap hari, dan menyesali dosa-dosanya dengan sungguh-sungguh.
4. Menjaga Hutang dan Hak Sesama
Rasulullah SAW bersabda bahwa ruh seorang mukmin akan tertahan jika masih memiliki hutang yang belum dilunasi. Muslim yang mempersiapkan kematian akan berusaha melunasi hutangnya, dan meminta maaf atas kesalahan yang pernah diperbuat.
5. Membuat Wasiat
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak layak bagi seorang Muslim yang memiliki sesuatu yang hendak diwasiatkan, ia bermalam dua malam tanpa menuliskan wasiatnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Membuat wasiat bukan berarti kita menunggu ajal, tetapi bentuk tanggung jawab untuk menyiapkan segala yang berkaitan dengan urusan keluarga, hutang, dan hak waris agar tidak menimbulkan masalah setelah kita wafat.
6. Memperbanyak Dzikir dan Doa Mengingat Kematian
Rasulullah SAW bersabda:
“Perbanyaklah mengingat sesuatu yang memutus kelezatan (yaitu kematian).”
(HR. Tirmidzi, hasan shahih)
Dengan mengingat mati, hati menjadi lembut, hidup menjadi lebih tenang, dan semangat untuk berbuat baik semakin kuat.
Kematian bukan akhir segalanya, melainkan awal dari kehidupan yang sebenarnya. Muslim yang bijak akan mempersiapkan kematiannya dengan memperbaiki amal, membersihkan hati, menjaga hak orang lain, dan terus mendekat kepada Allah SWT. Karena sebaik-baik kehidupan adalah ketika kita wafat dalam keadaan husnul khatimah, membawa iman dan amal shalih sebagai bekal menuju surga-Nya. (nano)
Tinggalkan Komentar