
Sukoharjonews.com – Enam rasa takut ini bukan untuk membuat hati lemah, tetapi justru menjadi cahaya penjaga iman.
Dikutip dari Humayro, Rabu (30/7/2025), di antara sifat istimewa seorang mukmin sejati adalah hatinya yang selalu dihiasi rasa takut (khauf) kepada Allah dan perkara-perkara yang bisa menjauhkannya dari ridha-Nya. Rasa takut ini bukanlah rasa takut yang melemahkan, melainkan rasa takut yang justru menjaga dan memelihara dirinya agar tetap berada di jalan yang lurus.
Sebagaimana yang dinasihatkan oleh Khalifah yang mulia, Sayyidina Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu. Beliau menyebutkan enam hal yang selalu menjadi sumber ketakutan bagi seorang mukmin sejati. Enam ketakutan inilah yang, jika benar-benar tertanam dalam hati, dapat menjadi benteng keistiqamahan.
1. Takut Allah mencabut iman dari dirinya
Iman adalah nikmat paling agung yang Allah anugerahkan kepada seorang hamba. Namun iman juga adalah amanah yang harus dijaga. Utsman bin Affan mengingatkan bahwa seorang mukmin selalu dihantui rasa takut jika tiba-tiba Allah mencabut iman dari hatinya karena kelalaiannya sendiri. Sebab, hanya dengan imanlah keselamatan akhirat dapat diraih.
Imam Sufyan ats-Tsauri rahimahullah pernah berkata, “Aku tidak pernah merasa aman dari dosa-dosa kecilku, karena aku khawatir itu menjadi sebab dicabutnya iman dariku.”
2. Takut kepada malaikat pencatat amal
Di sisi kanan dan kiri seorang mukmin senantiasa ada dua malaikat pencatat amal. Ketakutan seorang mukmin adalah jika kelak catatan keburukannya begitu banyak dan memalukan, yang akhirnya menjadi penyesalan abadi di akhirat. Oleh karena itu, mukmin sejati selalu berusaha menjaga lisan, pandangan, dan langkahnya.
Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, “Betapa banyak dosa yang dianggap remeh oleh manusia, padahal di sisi Allah itu menjadi besar karena tercatat oleh para malaikat.”
3. Takut setan yang membatalkan amal
Setan tak pernah lelah menggoda anak Adam. Di antara tipu dayanya adalah merusak amal-amal baik dengan riya, ujub, dan sum’ah. Karena itulah, mukmin sejati selalu khawatir amalnya sia-sia di hadapan Allah meskipun tampak banyak di mata manusia.
Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata, “Beramal karena manusia adalah syirik, meninggalkan amal karena manusia adalah riya. Ikhlas adalah jika Allah menyelamatkanmu dari keduanya.”
4. Takut kepada malaikat maut
Malaikat maut datang kapan saja, tanpa pemberitahuan. Yang ditakutkan seorang mukmin bukan hanya kematian itu sendiri, tetapi jika ia meninggal dalam keadaan lalai, lupa kepada Allah, atau dalam keadaan bermaksiat.
Sebagaimana perkataan Hasan Al-Bashri rahimahullah, “Aku tidak pernah merasa tenang dari kematian, karena aku tidak tahu dalam keadaan apa aku akan dijemput olehnya.”
5. Takut dunia memperdaya dan melalaikan akhirat
Dunia hanyalah tempat singgah. Namun banyak manusia yang tertipu, menjadikannya sebagai tujuan utama. Seorang mukmin selalu takut jika kesibukan dunia membuatnya lupa mengingat Allah, lupa bersyukur, dan lupa mempersiapkan bekal menuju akhirat.
Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu pernah mengingatkan, “Dunia berjalan mundur, dan akhirat berjalan mendekat. Jadilah kalian anak-anak akhirat, jangan jadi budak dunia.”
6. Takut anak istri melalaikan dzikir kepada Allah
Keluarga adalah nikmat dan juga ujian. Seorang mukmin takut jika kecintaannya kepada anak dan istri membuatnya lalai dari ketaatan kepada Allah, sibuk mengejar dunia demi mereka, hingga melupakan dzikir dan ibadah.
Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu berkata, “Jangan sampai kecintaanmu kepada keluargamu membuatmu melupakan Allah, karena mereka hanyalah titipan yang akan dimintai pertanggungjawaban.”
Penutup
Enam rasa takut ini bukan untuk membuat hati lemah, tetapi justru menjadi cahaya penjaga iman. Dengan selalu mengingatnya, seorang mukmin akan tetap waspada, rendah hati, dan terus berusaha memperbaiki diri. Sebab, keselamatan di dunia dan akhirat hanya akan diraih dengan hati yang selalu mengingat Allah dan merasa takut kehilangan ridha-Nya. Wallahu a’lam. (nano)



Facebook Comments