Sukoharjonews.com – Insecure merupakan perasaan tidak nyaman yang timbul karena merasa sedang berada di posisi tidak aman. Perasaan ini timbul karena ada pikiran bahwa diri tidak layak, tidak cukup bahagia, dan tidak cukup berharga.
Akibatnya, timbul perilaku bergantung pada orang lain untuk memberikan perasaan aman dan nyaman tersebut. Jika dibiarkan terus, hal ini dapat menimbulkan cemas, takut, dan khawatir yang berkepanjangan sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari dan bisa berdampak cukup serius dalam kehidupan.
Dikutip dari Aido Health, pada Selasa (5/9/2023) ada beberapa faktor yang menyebabkan perasaan ini bisa muncul dalam diri seseorang, antara lain tipe kelekatan emosional yang tidak baik pada masa kanak-kanak, pernah mengalami kegagalan dan penolakan, memiliki kondisi ansietas sosial, dan sikap perfeksionis. Berikut ciri-ciri orang insecure:
1. Self Body Shammer
Orang insecure biasanya tidak suka berkaca sama sekali atau sebaliknya, bisa berkaca terus-menerus. Mereka juga merasa penampilan diri selalu kurang, seringnya membandingkan diri dengan orang lain, dan merasa lebih bahagia bila dirinya serupa dengan orang lain.
Pemicu timbulnya perilaku self body shamer berbeda-beda pada tiap orang. Beberapa orang disebabkan karena melihat foto artis atau orang lain yang dianggap ideal, beberapa lainnya karena melihat angka di timbangan yang tidak sesuai dengan yang diharapkan, bisa juga akibat komentar dari orang lain, atau melihat bagian tubuh tertentu yang dirasa kurang.
2. Suka Mengatur
Perasaan insecure ternyata juga dapat menyebabkan seseorang menjadi bossy. Orang yang suka mengatur akibat rasa insecure yang dimilikinya biasanya sangat sulit mempercayai orang lain.
Dia juga akan sering merasa khawatir orang lain akan berbuat kesalahan jika tidak diarahkan olehnya, merasa tidak ada orang yang dapat diandalkan, merasa hanya dapat mengandalkan dirinya sendiri, menginginkan kesempurnaan, dan pada akhirnya cenderung mengerjakan segala sesuatu sendiri.
Perilaku ini biasanya timbul di kondisi yang menuntut kerjasama tim atau kondisi lain dimana seseorang harus mendelegasikan tugas kepada orang lain.
3. People Pleaser
Orang yang people pleaser artinya takut mendapat penilaian yang buruk dari orang lain. Mereka cenderung ingin selalu menyenangkan hati orang lain dan akan merasa sangat tidak nyaman ketika bermasalah dengan orang lain.
Hal ini menyebabkan tipe people pleaser ini sering mengorbankan keinginan pribadinya dan mengikuti kemauan orang lain. Di tahap yang lebih parah, mereka dapat melakukan berbagai usaha “ekstra” untuk menyenangkan hati orang lain, walaupun sebenarnya mereka tidak mampu.
4. Posesif
Orang yang memiliki sifat posesif terhadap orang lain, terutama yang dicintainya, sebenarnya memiliki perasaan insecure dalam dirinya. Hal ini dapat terjadi karena seseorang dengan perilaku posesif sebenarnya sangat membutuhkan validasi orain untuk bisa merasa aman dan nyaman secara emosional.
Biasanya mereka bersikap cemburu buta, merasa sangat takut kehilangan orang yang mereka sayangi, melakukan usaha yang berlebihan untuk tetap terikat. Bahkan, mereka bisa sampai menetapkan aturan-aturan yang sangat ketat dan mengekang.
Perasaan insecure yang dibiarkan saja bukan hanya akan mengganggu keseharian, tapi juga bisa menurunkan kualitas hidup. Rasa insecure yang terus dipelihara di masa kini juga akan menjadi hal-hal buruk di masa depan.
Banyak juga dampak negatif lainnya, seperti dibenci orang lain, kehilangan teman, perilaku kekerasan, insomnia, depresi, dsb.(cita septa)
Tinggalkan Komentar