
Sukoharjonews.com – Rute layanan Batik Solo Trans (BST) Koridor 6 dihentikan mulai Januari 2026 ini. BST koridor 6 sendiri melayani rute Terminal Tirtonadi Solo – Solo Baru, Grogol Sukoharjo. Penghentian dilakukan karena keterbasatan anggaran Dinas Perhubungan Solo untuk membiayai operasional koridor tersebut.
Selama ini, Koridor 6 melayani perjalanan sekitar 10 kilometer, dari Terminal Tirtonadi Solo hingga halte Rumah Sakit Indriati Solo Baru.
Setelah operasional dihentikan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyediakan layanan transportasi pengganti melalui Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng yang melayani rute antardaerah Solo–Sukoharjo–Wonogiri.
“Rute BRT Trans Jateng Solo–Wonogiri akan disesuaikan seiring dengan penghentian BST Koridor 6,” terang Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo, Toni Sri Buntoro, Sabtu (3/1/2026).
“Secara langsung, penghentian BST Koridor 6 rute Terminal Tirtonadi–RS Indriati Solo Baru tidak ada dampaknya. Karena jalur tersebut diganti dengan penyesuaian rute BRT Trans Jateng,” sambungnya.
Toni melanjutkan, penyesuaian rute tersebut justru akan memperkuat konektivitas antardaerah, khususnya Solo, Sukoharjo, dan Wonogiri. Pasalnya, sistem transit diterapkan karena dinilai lebih praktis dan cepat bagi penumpang.
Ia menjelaskan, disediakan halte transit baru di kawasan The Park Mall Solo Baru dan Langenharjo, Kecamatan Grogol. Keberadaan halte tersebut dinilai semakin memudahkan warga Sukoharjo dan Wonogiri yang hendak beraktivitas maupun berbelanja di pusat bisnis Solo Baru.
“Penumpang bisa turun di halte BRT Trans Jateng di sekitar The Park Mall Solo Baru. Ini justru lebih memudahkan masyarakat,” ujarnya.
Penyesuaian rute BRT Trans Jateng diterapkan tahun 2026 ini. Adapun titik awal dan titik akhir rute tetap berada di Terminal Tirtonadi Solo dan Terminal Wonogiri, dengan perubahan jalur yang melewati kawasan Solo Baru, Grogol.
Lebih lanjut, Toni berharap rute baru BRT Trans Jateng dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat maupun pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk mendukung aktivitas ekonomi di kawasan Solo Baru.
“Tarifnya juga cukup terjangkau. Masyarakat tidak perlu repot membawa kendaraan pribadi, cukup memanfaatkan transportasi publik,” tambah Toni. (nano)















Facebook Comments