Sering Menangis Saat Tidur? Simak Berikut Penjelasannya

Sering menangis saat tidur. (Foto: pixabay)

Sukoharjonews.com – Menangis saat tidur bisa terjadi pada bayi, anak-anak, dewasa, hingga orang lanjut usia. Rasanya menyedihkan ketika bangun dengan air mata berlinang. Artikel ini membahas apa yang menyebabkan orang menangis saat tidur dan kapan harus mencari pertolongan medis.

Dilansir dari Verrywell Mind, Selasa (19/12/2023), membuat bayi tertidur sepanjang malam mungkin adalah hal nomor satu yang diharapkan oleh sebagian besar orang tua baru. Bayi cenderung menangis saat tidur karena belum terbiasa berpindah dari satu tahap tidur ke tahap tidur berikutnya. Namun, seiring pertumbuhan dan perkembangan bayi, mereka semakin jarang terbangun, sehingga orang tuanya bisa mendapatkan waktu tidur yang cukup.

Orang dewasa yang mengalami kelelahan emosional, menderita kondisi kesehatan mental, atau baru saja mengalami pengalaman traumatis dapat menitikkan air mata saat tidur dan saat bangun tidur.

Bagi lansia, perubahan fisik, gejala demensia, penanganan aspek mental dan emosional akibat penuaan, serta stres transisi kehidupan dapat menyebabkan tangisan selama siklus tidur. Berikut adalah beberapa kemungkinan alasan mengapa menangis saat tidur terjadi.

1.Transisi Tahap Tidur
Saat bayi lahir, mereka memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri dengan siklus tidur barunya. Ada enam tahap tidur. 1 tidur adalah salah satu tahapan ini. Ini juga disebut sebagai tidur ringan. Bayi menghabiskan lebih banyak waktu selama tidur REM dibandingkan orang dewasa.Rapid Eye Movement (REM)

Bayi menangis saat tidur karena mereka tidak terbiasa bertransisi dari tidur nyenyak ke tidur ringan. Transisi ini dapat membuat mereka kesal, menyebabkan mereka terbangun sambil menangis; namun, terkadang mereka akan tenang dan terus tidur.

2.Teror Malam
Teror malam adalah parasomnia yang tidak dapat Anda ingat ketika Anda bangun. Anak-anak lebih sering mengalami hal ini dibandingkan orang dewasa.

Hal ini dapat berupa gerakan kasar di tempat tidur, berteriak, dan/atau berjalan sambil tidur, dan dapat menyebabkan tangisan saat tidur dan bangun tidur. Sekitar usia 10 tahun, frekuensi teror malam menurun secara signifikan.

3.Mimpi buruk
Apa yang lebih buruk dari mimpi buruk? Sebuah . Anda mungkin ingat mengalami lebih banyak mimpi buruk saat masih anak-anak dibandingkan saat dewasa. Namun, siapa pun seusia saya bisa mengalaminya. Bangun dari mimpi buruk bisa membuat Anda merasa ketakutan, kesal, terguncang, dan gelisah.mimpi buruk

4.Emosi atau Duka yang Tertekan
Setiap orang berduka dengan cara yang berbeda-beda ketika mereka mengalami kehilangan yang tragis atau menghadapi peristiwa traumatis. Beberapa orang mampu mengekspresikan emosinya dengan mudah, mencari bantuan tanpa banyak hambatan, dan dapat bergerak maju dengan cepat.

5.Kecemasan dan Stres
Mulai dari masalah pekerjaan, masalah perkawinan, masalah keluarga, kesulitan keuangan hingga masalah kesehatan, hidup bisa penuh dengan pemicu stres. Jika hidup telah memberikan terlalu banyak situasi rumit kepada Anda, tubuh Anda perlu memprosesnya.(patrisia argi)

Tinggalkan Komentar