
Sukoharjonews.com – Pernahkah Anda mendengar ungkapan bahwa siapa diri kita saat ini merupakan hasil dari pengalaman kita di masa lalu? Nyatanya, hal itu benar. Pengalaman kita di masa lalu bisa memengaruhi pola pikir kita saat ini dan cara kita menafsirkan hidup. Mendapati pengalaman buruk nan pahit, namun masih belum bisa mengeluarkan perasaan yang disakiti. Sampai akhirnya, luka dalam batin ini bersemayam jauh dalam diri seseorang, dan menghambat move on dalam perjalanan berdamai dengan diri sendiri. Betul sekali, masalah luka batin ini biasanya jarang diketahui orang lain, bahkan diri sendiri pun bisa tak tahu bahwa tengah memendam luka.
Dikutip dari Yesdok, pada Selasa (22/4/2025) berikut tanda seseorang masih menyimpan luka masa lalunya:
1. Gangguan pada Hubungan
Trauma dapat mempengaruhi hubungan interpersonal. Konsekuensi negatif yang mungkin terjadi dalam hubungan jika seseorang terus mempertahankan trauma masa lalu, seperti kesulitan untuk membangun dan mempertahankan hubungan emosional yang sehat.
2. Reaksi Kuat terhadap Pemicu Emosional
Reaksi yang berlebihan terhadap pemicu emosional dapat menunjukkan bahwa luka masa lalu masih menyertainya. Ini dapat mencakup reaksi yang sangat kuat terhadap situasi tertentu atau peringatan yang mengingatkan pada peristiwa traumatis sebelumnya.
3. Flashback atau Kenangan Mendalam
Tanda umum trauma yang persisten adalah kenangan yang sangat hidup tentang peristiwa traumatis. Individu mungkin merasa seperti mereka kembali ke masa-masa sulit dengan detail yang jelas.
4. Gangguan pada Kesehatan Mental dan Fisik
Kesehatan mental dan fisik dapat terpengaruh oleh trauma emosional yang tidak diatasi. Gejala yang timbul seperti depresi, kecanduan zat, gangguan tidur, dan masalah kesehatan fisik yang dapat menjadi tanda trauma yang belum terselesaikan.
5. Ketakutan dan Kecemasan yang Persisten
Trauma emosional yang belum terselesaikan dapat ditunjukkan dengan ketakutan dan kecemasan yang berlanjut, terutama jika tidak sesuai dengan ancaman sebenarnya. Orang-orang mungkin mengalami kecemasan yang sangat tinggi bahkan dalam situasi yang seharusnya tidak menimbulkan ancaman yang signifikan.(cita septa)



Facebook Comments