Sukoharjonews.com (Jakarta) – Sepanjang 2025, kinerja operasional PT Elnusa Tbk tercatat solid. Mulai dari penyelesaian survei seismik darat seluas 596,6 km² untuk mendukung eksplorasi, dan pengeboran 9 sumur melalui Modular Rig di wilayah PHSS.
Elnusa terus memperkuat perannya sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina dalam mendukung operasional hulu migas nasional melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi, sejalan dengan tema 2026 “Rediscover Technology and Innovation Edge.”
Elnusa juga menunjukkan kontribusinya dalam layanan well services berupa uji produksi pada 16.130 sumur serta pengoperasian Hydraulic Workover Unit (HWU) pada 160 sumur guna menjaga keberlanjutan dan meningkatkan performa produksi.
Skala operasi ini mencerminkan peran perusahaan dalam mendukung aktivitas produksi di berbagai wilayah kerja Pertamina Group.
Direktur Utama Elnusa, Litta Ariesca, menyampaikan bahwa kinerja tersebut merupakan hasil dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara volume pekerjaan dan kualitas pelaksanaan.
“Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, Elnusa memiliki tanggung jawab strategis untuk memastikan setiap layanan mampu mendukung peningkatan produksi secara optimal. Kami tidak hanya berfokus pada volume pekerjaan, tetapi juga pada keandalan operasi, efisiensi biaya, dan keselamatan kerja,” ujar Litta, dikutip dari laman KabarBUMN, Sabtu (21/2/2026).
Kinerja layanan intervensi dan logging juga menunjukkan kontribusi yang konsisten. Sepanjang tahun 2025, Elnusa merealisasikan Cementing Services (CMT) pada 453 sumur, Coiled Tubing Services (CTS) pada 875 sumur, serta 1.298 pekerjaan wireline logging di berbagai wilayah kerja.
Dalam mendukung integritas fasilitas produksi, Elnusa turut melaksanakan inline inspection pada 8 jalur pipa di wilayah PHM guna memastikan keandalan aset serta keselamatan operasi hulu migas. Selain capaian volume pekerjaan, Elnusa juga mencatatkan kinerja positif dari sisi ketepatan waktu dan efisiensi pelaksanaan proyek.
Proyek Engineering Blanket di PHE Jambi Merang berhasil diselesaikan lima bulan lebih cepat dari jadwal, sementara Proyek EPC Booster Pump tuntas empat bulan lebih awal dari target. Pencapaian ini mencerminkan komitmen Elnusa dalam menghadirkan nilai tambah melalui pengelolaan proyek yang efektif dan disiplin.
Penguatan kinerja tersebut berjalan seiring dengan fokus Elnusa pada pemanfaatan teknologi dan inovasi.
Implementasi Casing While Drilling dilakukan untuk meningkatkan efisiensi pengeboran, Chronoflux Technology dimanfaatkan sebagai solusi stimulasi kimia guna meningkatkan produktivitas sumur, sementara Dual Velocity String diterapkan untuk mendukung optimalisasi produksi minyak dan gas.
“Pengembangan dan pemanfaatan teknologi ini merupakan bagian dari upaya Elnusa dalam menjawab kebutuhan lapangan yang dinamis, sekaligus mendukung strategi peningkatan produksi Pertamina Group,” ungkap Litta.
Melalui layanan yang terintegrasi, mulai dari survei seismik, drilling services, well intervention, engineering, inspeksi pipa, hingga production enhancement, Elnusa secara konsisten berkontribusi dalam mendukung target produksi migas nasional sebesar 1 juta barel minyak per hari (BOPD) yang ditetapkan pemerintah.
Peran tersebut dijalankan melalui kolaborasi erat dengan seluruh pemangku kepentingan di lingkungan Pertamina Group. Komitmen ini menegaskan kesiapan Elnusa untuk terus mendampingi Pertamina Group melalui penyediaan solusi hulu migas yang aman, efisien, dan berbasis teknologi.
Dengan semangat Rediscover Technology and Innovation Edge, penguatan kapabilitas berkelanjutan, serta penerapan budaya operational excellence secara konsisten, Elnusa berupaya memberikan kontribusi terbaik dalam mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional. (nano)
Tinggalkan Komentar