Sempat Terjadi Antrean Panjang hingga 7 Kilometer di Pelabuhan Ketapang, Ini Penyebabnya

ASDP terapkan strategi terpadu dan kolaborasi lintas sektor untuk atasi lonjakan kendaraan di Pelabuhan Ketapang. (Foto: Dok ASDP)

Sukoharjonews.com (Jakarta) – Terjadi lonjakan arus kendaraan di Pelabuhan Ketapang. Menyikapi hal tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bergerak cepat untuk mengurai antrean. Peningkatan arus kendaraan sendiri terjadi karena selesainya pembatasan terkait arus mudik Lebaran 2026.

Lonkakan arus kendaraan signifikan terutama dari truk logistik, ditangani melalui langkah taktis yang melibatkan kolaborasi lintas sektor. Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menegaskan bahwa perusahaan mengedepankan penanganan terintegrasi guna menjaga kelancaran penyeberangan lintas Ketapang–Gilimanuk.

“Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jasa. Saat ini, ASDP bersama seluruh stakeholder terus memperkuat penanganan agar antrean dapat segera terurai dan layanan kembali normal,” ujarnya, dikutip dari laman KabarBUMN, Minggu (5/4/2026).

Dari sisi operasional pelabuhan, percepatan dilakukan melalui pengaturan pola muatan yang lebih terstruktur. Dermaga 1, 2, dan 3 difokuskan untuk kendaraan penumpang seperti roda dua, roda empat, dan bus.

Sementara itu, Dermaga 4 dan LCM dioptimalkan untuk melayani kendaraan logistik. Skema ini dinilai efektif dalam mengurangi mixing conflict sehingga proses bongkar muat menjadi lebih homogen, cepat, dan efisien.

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, menjelaskan bahwa optimalisasi juga dilakukan dengan memperkuat ritme layanan kapal serta kesiapan fasilitas pendukung.

“Kami memastikan seluruh dermaga dan armada beroperasi maksimal dengan pola layanan yang lebih terarah.

“Fokus kami adalah mempercepat turn around time kapal agar antrean kendaraan dapat segera berkurang,” jelasnya.

Di luar area pelabuhan, pengaturan lalu lintas turut diperketat melalui koordinasi intensif bersama aparat berwenang. Dukungan dari Mabes TNI dengan pengerahan 365 personel lintas matra menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran distribusi kendaraan menuju pelabuhan.

“Kami mengapresiasi dukungan TNI yang turut mempercepat penguraian antrean dan menjaga ketertiban arus kendaraan,” tambah Windy.

Pengendalian volume kendaraan juga diperkuat melalui optimalisasi buffer zone. Area Pusri dimanfaatkan khusus untuk menampung hingga 150 truk sumbu tiga, sedangkan buffer zone Bulusan mampu menampung sekitar 600 unit truk campuran.

Strategi ini bertujuan mencegah penumpukan kendaraan langsung di dalam kawasan pelabuhan. Hingga Kamis (2/4) petang, antrean kendaraan dari arah utara terpantau mencapai Parasputih atau sekitar 7 kilometer dari pintu masuk pelabuhan, dengan dominasi kendaraan logistik.

Meski demikian, arus kendaraan dari tollgate menuju dermaga masih tetap bergerak dengan waktu tempuh sekitar 20 hingga 35 menit.

Berdasarkan data Posko Ketapang selama 24 jam pada H+10 (1/4), tercatat sebanyak 47.961 penumpang menyeberang dari Jawa ke Bali, meningkat 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara kumulatif, sejak H-10 hingga H+10, total pergerakan mencapai 761.391 penumpang dan 201.676 unit kendaraan, menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di lintas Jawa–Bali.

ASDP menegaskan bahwa keberhasilan penguraian antrean juga sangat bergantung pada kedisiplinan pengguna jalan. Para pengguna jasa, khususnya dari arah utara, diimbau untuk tidak melawan arus karena dapat memperparah kepadatan serta menghambat upaya penanganan di lapangan.

Dengan penguatan operasional dan sinergi lintas sektor, ASDP memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan aman, tertib, dan terkendali.

“Kami terus mengintensifkan kolaborasi agar kondisi segera normal. Dukungan dan kepatuhan pengguna jasa menjadi kunci percepatan penguraian antrean,” tutup Windy. (nano)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar