Sembilan Orang PDP Meninggal Beserta Diagnosa Penyakit Lain Yang Menyertai

Waspada virus corona.

Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Update kasus corona per 23 Juni kemarin, ada tambahan satu orang pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal dunia. Secara akumulasi, sudah ada sembilan orang yang meninggal. PDP corona yang meninggal ada yang terdeteksi dengan hasil penyakit bawaan lain, namun ada pula yang tanpa deteksi penyakit lain. Meski begitu, PDP yang meninggal belum dapat dipastikan apakah negatif atau positif corona karena belum dilakukan tes swab.


Sesuai data website www.corona.sukoharjokab.go.id, saat ini ada 33 PDP yang tersebar di 10 kecamatan karena Kecamatan Bulu dan Gatak tidak ada kasus PDP. Dari jumlah tersebut, 17 orang rawat inap, tujuh isolasi mandiri dan sembilan meninggal. Tercatat pula ada 87 orang PDP yang hasilnya negatif corona setelah dilakukan tes swab dan 10 dengan diagnosa lain.

Nah, sembilan orang yang meninggal tersebut masing-masing satu orang dari Kecamatan Weru tanpa diagnosa lain, dua dari Kecamatan Sukoharjo dimana satu diagnosa pneumonia berat dan satu pneumonia. Kemudian satu dari Nguter dengan diagnosa pneumonia bakterial, satu orang dari Grogol yang terdiagnosa asma akut. Empat PDP lain yang meninggal dari Kartasura dimana satu orang terdiagnosa bronkitis.

“Untuk PDP yang meninggal dan tidak ada diagnosa lain juga belum bisa dipastikan negatif atau positif corona. Pasien meninggal sebelum dilakukan tes swab. Meski begitu pemakamanan menggunakan protokol corona,” jelas Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, Rabu (24/6/2020).

Disisi lain, untuk kasus ODP yang meninggal juga naik menjadi lima orang. Masing-masing dari Kecamatan Sukoharjo satu orang, Nguter satu orang, Bendosari dua orang, dan Kartasura dua orang. Meski belum pasti positif corona, yang bersangkutan masuk dalam ODP karena sebelumnya telah menjalani perawatan meski hanya rawat jalan. (erlano putra)


Erlano Putra:
Tinggalkan Komentar