SEGA Telah Mengakuisisi Angry Birds Dev Rovio Seharga Rp11,889 Triliun

Angry Birds Sega Sonic. (Foto: Gizmochina)

Sukoharjonews.com – Dalam sebuah langkah yang menandai perubahan besar dalam industri game seluler, Sega Sammy telah menandatangani kesepakatan dengan Rovio, pengembang Finlandia di belakang Angry Birds, sebesar USD776 juta atau Rp11,889 triliun. Sementara proses akuisisi dimulai pada bulan April, butuh beberapa waktu untuk menyelesaikan persyaratan peraturan.

Tapi apa artinya ini bagi perusahaan dan gamer?
Dilansir dari Gizmochina, Senin (21/8/2023), ini bukan hanya tentang Angry Birds; pembelian ini membuat Sega memperoleh serangkaian game yang kurang terkenal seperti Sugar Blast dan Small Town Murders. Lebih penting lagi, Sega menyerap infrastruktur berpengalaman Rovio untuk mengembangkan, menerbitkan, dan mengiklankan game seluler.

Hal ini memungkinkan Sega memanfaatkan IP-nya yang sudah mapan seperti Sonic dan Football Manager, yang berpotensi menciptakan kebangkitan dalam game seluler.

Perjalanan Rovio dari puncak mania Angry Birds ke portofolio pengembang yang lebih luas menunjukkan pendekatan yang tangguh terhadap pasar yang selalu berubah. Bermitra dengan Sega mungkin akan memberikan kehidupan baru ke dalam waralaba dan mengembalikan sebagian dari kejayaan sebelumnya.

Kemungkinannya menarik, seperti potensi kolaborasi lintas waralaba antara karakter Angry Birds dan Sonic. Bisakah kita melihat Angry Birds terbang bersama landak biru yang ikonik? Waktu akan berbicara.

Akuisisi ini menyoroti komitmen Sega untuk memperluas pengaruhnya di sektor game seluler, visi yang diungkapkan oleh CEO Haruki Satomi pada bulan April.

Ini bisa berarti kebangkitan tidak hanya untuk waralaba Sega tetapi juga untuk industri secara keseluruhan. Baik itu kebangkitan kembali masa keemasan game seluler atau arah yang benar-benar baru, kemitraan ini menghadirkan rasa kegembiraan dan antisipasi yang sama sekali baru bagi industri game seluler. (nano)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar