Sukoharjonews.com – Para sahabat Nabi Muhammad biasa mempersiapkan Ramadhan enam bulan sebelumnya. Jadi, jika kita benar-benar ingin memanfaatkan Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya, maka kita perlu mempersiapkannya sekarang juga. Sebagaimana kita ketahui, puasa bukan sekedar pantang makan, melainkan pantang berkata-kata tidak senonoh dan hawa nafsu.
Dilansir dari Islamic Relief, Kamis (7/3/2024) puasa mendorong kita untuk menyadari tindakan kita, bersabar dan menjadi individu yang bermoral, sehingga meningkatkan ketaqwaan kita (kesadaran Tuhan).
Berikut adalah beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki berbagai aspek kehidupan kita sehingga kita bisa mendapatkan manfaat penuh dari Ramadhan, saat dimana amalan dilipatgandakan.
1. Puasa Secara Sukarela
Bulan ini—Shabaan—adalah waktu yang tepat untuk mulai berpuasa tambahan atau mengganti puasa yang terlewat dari Ramadhan lalu .
Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhu berkata: Aku berkata, ‘Ya Rasulullah, aku tidak melihat kamu berpuasa di bulan lain seperti kamu berpuasa di bulan Sya’ban.’ Beliau bersabda, “Itulah bulan yang tidak dipedulikan manusia, antara Rajab dan Ramadhan, dan itu adalah bulan yang ditinggikan amalnya kepada Tuhan semesta alam. Aku ingin amalku terangkat ketika aku berpuasa.’” (HR. An-Nasaai)
Cara terbaik untuk mempersiapkan puasa sebulan penuh adalah dengan mulai sering berpuasa, agar dapat mengontrol tindakan, perut, dan keinginan Anda.
Puasa Senin dan Kamis :Abu Hurairah meriwayatkan bahwa puasa paling banyak Nabi ﷺ adalah pada hari Senin dan Kamis. Beliau ditanya tentang hal itu dan beliau menjawab: “Perbuatan manusia diperlihatkan kepada Allah pada setiap hari Senin dan Kamis. Allah mengampuni setiap muslim kecuali mereka yang meninggalkan satu sama lain.” (Hasan)
Puasa Hari Putih—tanggal 13, 14 dan 15 setiap bulan Islam:Abu Tharr Al-Ghefari berkata: “Rasulullah ﷺ berkata, ‘Wahai Abu Dzar! Jika kamu berpuasa tiga hari dalam sebulan, maka puasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (ini disebut Al-Ayaam Al-Beedh , Hari Putih).’” (Sahih) Nabi ﷺ bersabda, “(Allah berfirman), ‘Setiap kebaikan anak Adam adalah untuknya kecuali puasa; itu untuk-Ku, dan Aku akan memberi pahala (orang yang berpuasa) untuk itu.’ Sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau musk.” (Bukhari)
2. Membaca dan Merenungkan Al-Qur’an
Mulailah sekarang untuk merenungkan bagian-bagian Al-Qur’an untuk lebih dekat dengan Allah dan memahami tanggung jawab Anda. Setiap kali Anda membaca Al-Qur’an, Anda akan menemukan makna dan manfaat yang lebih mendalam di dunia dan akhirat.
Aisyah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda: “Sesungguhnya orang yang membaca Al-Qur’an dengan indah, lancar dan tepat, dia akan ditemani para malaikat yang mulia dan taat. Adapun barangsiapa yang membaca ayat-ayatnya dengan susah payah, terbata-bata, atau tersandung, maka dia mendapat pahala dua kali lipat.” (Muslim).
3. Mengikuti Sunnah dan Sholat Ekstra
Pelajari lebih lanjut tentang Nabi Muhammad ﷺ dan ikuti dia dengan meniru tindakannya.
“Katakanlah, [Wahai Muhammad], Jika kamu mencintai Allah, maka ikutilah aku, [maka] Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qur’an 3:31).
4. Bertobat dan Berdoa
Kita semua melakukan kesalahan, tapi alhamdulilah kita selalu bisa bertobat.
Nabi ﷺ bersabda: “Semua anak Adam yang senantiasa melakukan kesalahan, namun sebaik-baiknya orang yang senantiasa melakukan kesalahan adalah mereka yang senantiasa bertaubat.” (Tirmidzi).
5. Bersedekah
Dunia ini hanya bisa menjadi tempat yang lebih baik jika kita saling membantu. Sebagai imbalannya, Allah memberi pahala kepada kita di kedua dunia.
Rasulullah ﷺ berkata,
“Allah membantu hamba-Nya selama pembantu-Nya membantu orang lain.” (Muslim)
“Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, lalu Dia lipat gandakan baginya dan dia mendapat pahala yang mulia?” (Qur’an 57:11)
Nabi ﷺ juga bersabda: “Bersedekahlah tanpa menunda-nunda, karena ia menghalangi bencana.” (Al-Tirmidzi)
6. Tingkatkan Karakter Anda
Setiap orang bisa menjadi lebih baik hati dan memperbaiki berbagai aspek karakternya.
Nabi ﷺ pernah bersabda: “Yang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik akhlak dan akhlaknya.” (al-Bukhari)
7. Makan Sehat dan secukupnya
Dengan semakin sedikitnya waktu makan di bulan Ramadhan, kita harus sangat memperhatikan apa yang kita makan. Sekarang adalah waktu terbaik untuk meneliti nilai gizi dari makanan yang kita makan. Saat kita berpuasa, makanan yang kita santap sebelum memulai puasa atau berbuka puasa perlu memberikan energi yang optimal agar kita dapat menyelesaikan tugas sehari-hari dan memperbanyak ibadah.
Makan berlebihan juga berbahaya.Asy-Syafi’i berkata: “Saya sudah 16 tahun tidak mengenyangkan diri, karena mengisi diri membuat badan menjadi berat, menghilangkan akal bersih, menyebabkan tidur dan melemahkan ibadah.”(patrisia argi)
Tinggalkan Komentar