Sedang Menghawatirkan Kehamilan Anda? Simak Mitos Seputar Kehamilan dan Faktanya Berikut

Mitos seputar kehamilan.(Foto: Johnsonbaby)

Sukoharjonews.com – Tak sedikit mitos kehamilan yang beredar di masyarakat, bahkan terkadang membuat ibu hamil menjadi khawatir akan hal-hal yang belum tentu kebenarannya. Misalnya, mitos tentang ibu hamil tidak boleh mengonsumsi nanas karena dapat menyebabkan keguguran.

Memang sulit untuk menghentikan atau membatasi munculnya mitos tentang kehamilan di masyarakat. Dikutip dari Siloam Hospital, pada Sabtu (12/8/2023), berikut adalah penjelasan mengenai sejumlah mitos dan fakta seputar kehamilan yang penting untuk diketahui oleh ibu hamil:

1. Ibu Hamil Tidak Boleh Berhubungan Intim
Tak sedikit yang menganggap bawah ibu hamil tidak boleh berhubungan intim karena dapat menyakiti janin dan menyebabkan keguguran. Mitos kehamilan ini masih sering beredar padahal informasi tersebut tidak benar.

Faktanya, selama ibu hamil dalam kondisi sehat, maka ia tetap diperbolehkan melakukan hubungan intim. Pasalnya, selama kehamilan, janin akan terlindungi oleh kantung dan cairan ketuban, lendir tebal pada leher rahim, serta otot rahim yang kuat. Sebagian besar penyebab terjadinya keguguran pada kehamilan adalah karena janin yang tidak dapat berkembang dengan baik. Jadi, hal ini tidak berkaitan dengan aktivitas hubungan intim.

Namun, lebih baik konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter mengenai hubungan seksual selama kehamilan, terutama bagi ibu hamil dengan riwayat kelahiran prematur. Hal ini penting dilakukan, mengingat sperma mengandung prostaglandin yang dapat merangsang terjadinya kontraksi rahim. Jika kontraksi ini terjadi pada masa kehamilan belum cukup bulan, maka dapat berisiko menyebabkan kelahiran prematur.

2. Ibu Hamil Tidak Boleh Mewarnai Rambut
Mitos kehamilan selanjutnya adalah ibu hamil tidak boleh menggunakan pewarna rambut. Padahal, mewarnai rambut tidak ada kaitannya dengan kesehatan ibu hamil maupun janin asalkan dilakukan secara tepat. Jika ingin mewarnai rambut, sebaiknya ibu menunggu hingga usia kehamilan memasuki trimester kedua. Di samping itu, hindari cat rambut yang mengandung bau amonia menyengat karena ibu hamil cenderung lebih sensitif terhadap bau. Pastikan juga ibu hamil tidak memiliki riwayat alergi terhadap zat dalam pewarna rambut yang digunakan.

3. Bentuk Perut Ibu Hamil Menandakan Jenis Kelamin
Mitos kehamilan yang mengaitkan bentuk perut dengan jenis kelamin juga tidak benar. Dikatakan bahwa jika perut ibu berbentuk lancip dan tampak turun, maka bayinya berjenis kelamin laki-laki. Sebaliknya, apabila perut ibu berbentuk bulat dan terlihat menonjol ke atas, berarti perempuan.

Perlu diketahui bahwa bentuk perut ibu saat hamil bukan dipengaruhi oleh jenis kelamin, melainkan dipengaruhi oleh bentuk tubuh ibu, bentuk rahim, usia kehamilan, berat badan saat kehamilan, kekuatan otot perut dan posisi bayi saat berada dalam kandungan. Jenis kelamin bayi dapat dideteksi melalui pemeriksaan USG ketika usia kehamilan sudah berusia 18–20 minggu.

4. Masalah Kulit pada Ibu Hamil Menandakan Jenis Kelamin
Selain bentuk perut, ada pula mitos kehamilan yang mengatakan bahwa perubahan pada kulit ibu hamil memengaruhi jenis kelamin bayi. Menurut mitos tersebut, ibu yang mengandung bayi laki-laki akan memiliki kulit lebih gelap. Sedangkan, jika ibu yang memiliki kulit lebih cerah, maka sedang mengandung bayi perempuan.

Tentu saja informasi tersebut tidak benar. Perlu diketahui bahwa masalah kulit pada ibu hamil, seperti perubahan warna kulit dari cerah ke gelap atau sebaliknya, serta munculnya jerawat merupakan efek dari perubahan hormon selama kehamilan.

5. Ibu Hamil Tidak Boleh Berolahraga
Anggapan bahwa ibu hamil tidak boleh berolahraga juga merupakan mitos kehamilan yang perlu diluruskan. Faktanya, olahraga untuk ibu hamil justru memberikan banyak manfaat, seperti mengatasi stres saat hamil, hingga mendukung proses persalinan.

Ibu hamil disarankan untuk melakukan olahraga ringan secara rutin, seperti jalan kaki, yoga, berenang, pilates, atau senam hamil. Adapun beberapa jenis olahraga yang perlu dihindari adalah seperti bersepeda, berkuda, atau boxing atau olahraga lainnya yang berisiko membuat ibu hamil terhantam atau terjatuh.

Jangan lupa lakukan pemanasan sebelum olahraga dan pendinginan setelahnya. Perhatikan juga durasi olahraga, jangan sampai terlalu lelah. Jika merasa sudah cukup, segeralah beristirahat dan minum air putih untuk mengembalikan cairan tubuh.

6. Nanas dan Durian dapat Menyebabkan Keguguran
Mitos kehamilan mengenai nanas dan durian sebenarnya sudah sejak lama beredar di masyarakat. Mitos tersebut beranggapan bahwa kedua buah ini dapat menyebabkan keguguran, sehingga ibu hamil tidak boleh mengonsumsinya.

Padahal, durian memiliki kandungan triptofan dan organo-sulfur yang justru berdampak positif bagi kehamilan. Namun, ibu hamil tetap perlu membatasi asupan durian secukupnya, terutama ibu dengan diabetes gestasional. Pasalnya, durian memiliki kadar gula dan karbohidrat tinggi.

Sementara itu, nanas mengandung vitamin C yang tinggi sehingga bermanfaat bagi ibu hamil. Tetapi, mengonsumsi nanas berlebihan juga tidak disarankan karena dapat menyebabkan kadar bromelain dalam tubuh meningkat. Kadar bromelain yang terlalu tinggi diketahui dapat memecah protein dan berpotensi menyebabkan keguguran. Jadi, baik nanas maupun durian tidak menyebabkan keguguran dan aman dikonsumsi, selama tidak berlebihan. Sebetulnya, tidak hanya nanas dan durian, namun segala jenis makanan akan berdampak buruk pada kehamilan apabila dikonsumsi secara berlebihan.

Itulah beberapa mitos tentang ibu hamil dan faktanya yang perlu Anda ketahui. Selama Anda tetap mengonsumsi dan melakukan kegiatan dengan sewajarnya dan tidak berlebihan, itu wajar.(cita septa)

Tinggalkan Komentar