
Sukoharjonews.com – Terletak 40km timur Bali, pegunungan utara Lombok didominasi oleh sebagian besar gunung berapi Gunung Rinjani yang suci, dengan sebagian besar pariwisata difokuskan di sepanjang pantai baratnya. Dari pantai-pantai indah di barat daya Gili, hingga tempat selancar terkenal di pantai selatan Lombok yang liar, baca terus untuk menemukan pantai-pantai terbaik di Lombok.
Tak salah jika Lombok menjadi salah satu tujuan liburan yang cocok. Apalagi untuk Anda yang sedang ingin menikmati suasana pantai yang indah dan tenang. Dikutip dari Rough Guides, pada Selasa (25/7/2023), berikut daftar pantai di Lombok yang tidak boleh Anda lewatkan dalam liburan Anda:
1. Pantai Mekaki
Terpencil dan indah, dengan garis pantai yang menarik dan beberapa pulau pasir putih yang sempurna untuk memotret di lepas pantai, semenanjung barat daya Lombok masih sedikit dikunjungi. Namun snorkeling di area ini sangat bagus, dengan Pantai Mekaki menjadi salah satu garis pantai paling spektakuler dan belum berkembang yang mungkin pernah Anda lihat. Dari Pelangan, desa terbesar di bagian semenanjung ini, matikan bundaran di jalan utama untuk mencapainya.
Dalam perjalanan, Anda akan disuguhi pemandangan puncak bukit Samudera Hindia yang menakjubkan. Saat tiba, Anda akan disambut hamparan pasir yang panjang dan luas yang kemungkinan besar akan Anda nikmati sendiri. Tanpa pengembangan, dan tanpa fasilitas (bawa perbekalan Anda), suasana Pantai Mekaki yang benar-benar jauh dari segalanya menjadikannya salah satu pantai terbaik di Lombok bagi para pelancong yang mencari pengasingan yang masih alami.
2. Senggigi dan sekitarnya
Senggigi, resor utama Lombok, masih memiliki tempat makan dan kehidupan malam terbaik di pulau itu, dengan garis pantai liar di utara, dan beberapa pantai indah di sekitarnya.
Meskipun Pantai Senggigi cukup cantik, pantai-pantai terbaik di kawasan ini dapat ditemukan sedikit lebih jauh. Benar untuk mengatakan bahwa pantai terluar di Batu Bolong (10 menit berjalan kaki ke selatan) dan Mangsit (sekitar 3 km ke utara) jauh lebih menarik daripada Senggigi itu sendiri.
Garis pantainya tak terbantahkan, rangkaian teluk berpasir sepanjang 10 km yang dapat direnangi yang melengkung dalam di antara rangkaian tanjung yang dramatis.
3. Gili Barat Daya
Berbeda dengan Kepulauan Gili yang lebih terkenal dan lebih banyak dikunjungi di barat laut Lombok, Gili barat daya yang menakjubkan dikenal di “Kepulauan Rahasia” karena alasan yang sangat bagus. Dengan snorkeling yang luar biasa dari pantai-pantai yang indah (airnya biru, sebening kristal), menyelam di sini juga luar biasa, begitu juga kesempatan untuk sekadar bersantai.
Hanya 15 menit naik perahu dari Tawun, Gili Nanggu adalah satu-satunya pulau di grup ini yang memiliki akomodasi. Kecil dan tak tersentuh, pantainya luhur, begitu pula snorkelingnya. Lebih jauh ke barat daya, Gili Gede memiliki banyak pilihan akomodasi. Selain snorkeling, atraksi di sini adalah hiking ke perbukitan, pantai yang sepi, dan interaksi dengan penduduk desa yang relatif belum tersentuh pariwisata.
Di sebelah utara Gili Gede, Gili Rengit (juga dieja Ringgit) menawarkan snorkeling yang bagus di sisi dermaga pulau, dan juga di sisi barat, yang dapat dicapai dengan perahu. Sementara itu, Gili Layar di sebelah barat Gili Rengit menawarkan beberapa tempat menyelam terbaik di kawasan ini.
4. Pantai Tuan
Pantai pasir putih terpanjang di Lombok, Pantai Sire terletak 6,5 km di utara Bangsal. Singkatnya, Pantai Sire adalah hamparan pasir dan karang sepanjang 2 km yang sangat indah, dengan perairan yang sangat tenang. Saat air pasang, berenang cukup bagus, meski Anda mungkin ingin memakai sepatu untuk menghindari bulu babi.
Selain itu, Anda akan melihat berton-ton ikan tropis cantik berkerumun di sekitar terumbu karang yang terletak 100m lepas pantai, dengan pemandangan Gunung Rinjani yang menakjubkan saat matahari terbit. Dan, meski sangat tenang, Pantai Sire tidak kekurangan akomodasi, restoran, dan kafe. Nyatanya, ada beberapa tempat yang lebih cantik untuk makan, minum, dan merasa 100% meriah.(cita septa)



Facebook Comments