Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Kasus positif corona di Kabupaten Sukoharjo kembali mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan update pada 28 Januari 2022, kasus positif corona aktif di Sukoharjo naik sembilan kasus sehingga saat ini corona aktif menjadi 40 kasus. Sebaran kasus corona aktif juga meluas dari sebelumnya enam kecamatan menjadi sembilan kecamatan. Tinggal tiga kecamatan yang tercatat masih nol kasus positif corona aktif.
“Berdasarkan update per 28 Januari, dari 12 kecamatan, 40 kasus corona aktif tersebar di sembilan kecamatan, sedangkan tiga kecamatan lainnya masih nol kasus aktif,” jelas Jubir Satgas Penanganan Corona Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, Sabtu (29/1/2022).
Berikut ini data kasus positif corona aktif dan kasus kematian tiap kecamatan berdasarkan update per 28 Januari 2022:
| KECAMATAN | POSITIF AKTIF | KASUS KEMATIAN |
|---|---|---|
| GROGOL | 1 | 221 |
| MOJOLABAN | 1 | 158 |
| GATAK | 1 | 64 |
| BULU | 0 | 58 |
| KARTASURA | 0 | 205 |
| TAWANGSARI | 0 | 77 |
| POLOKARTO | 0 | 128 |
| NGUTER | 0 | 105 |
| SUKOHARJO | 0 | 163 |
| BENDOSARI | 0 | 123 |
| WERU | 0 | 80 |
| BAKI | 0 | 152 |
| JUMLAH | 3 | 1.534 |
Jika melihat data tersebut, untuk kasus kematian positif corona terbanyak masih di Kecamatan Grogol dengan 202 kasus, kemudian Kartasura dengan 189 kasus, dan Sukoharjo dengan 148 kasus kematian.
Saat ini akumulasi kasus positif corona di Sukoharjo hingga 28 Januari 2022 mencapai 15.305 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13.882 kasus sembuh atau selesai isoman, 1.383 kasus meninggal, dan 40 kasus aktif. Untuk kasus aktif tersebut terdiri dari 29 kasus isolasi mandiri dan 11 kasus rawat inap di rumah sakit.
Yunia menambahkan, potensi penularan virus corona masih ada dab dalam beberapa hari terakhir cenderung naik. Untuk itu, masyarakat diimbau untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes), yakni 5M. Masing-masing memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, serta mengurangi mobilitas.
Disisi lain, untuk program vaksinasi corona terus dilakukan dimana sasaran penerima vaksin terus bertambah. Mulai dari tenaga kesehatan, petugas layanan publik, lanjut usia (lansia), guru, disabilitas, masyarakat umum usia 6+, ibu hamil, dan warga dengan penyakit kronis. Selain itu, pemberian vaksin booster juga mulai dilakukan. (nano)
Tinggalkan Komentar