Sandbox VR dan Netflix Menghadirkan Squid Game ke Kehidupan Nyata dengan Pengalaman VR Immersive

Squid Game. (Foto: Gizmochina)

Sukoharjonews.com – Squid Game Netflix, yang tayang perdana tahun lalu, dengan cepat menjadi salah satu serial yang paling banyak ditonton sepanjang masa. Sementara para penggemar sangat menantikan rilis musim kedua, Netflix sibuk memanfaatkan merek tersebut hingga potensi maksimalnya. Kemitraan terbaru melibatkan start-up VR yang berbasis di Hong Kong, Sandbox VR, yang berspesialisasi dalam memberikan pengalaman bermain game yang imersif dengan peralatan dan perangkat keras mutakhir.

Dilansir dari Gizmochina, Rabu (22/2/2023), Sandbox VR yang berbasis di Hong Kong telah berkolaborasi dengan banyak perusahaan hiburan dan media untuk menciptakan pengalaman yang realistis dan mendalam bagi pengguna. Game bertema Star Trek mereka, yang dikembangkan bekerja sama dengan CBS, menjadi hit di kalangan penggemar sci-fi.

Kolaborasi terbaru perusahaan dengan Netflix didasarkan pada game thriller dystopian Squid Game, yang telah menarik perhatian dunia karena permainannya yang intens dan alur cerita yang mencekam.

Menurut CEO dan pendiri Steve Zhao, tim konten perusahaan di Hong Kong telah mengerjakan pengalaman Squid Game selama lima bulan terakhir, dan akan diluncurkan akhir tahun ini di arcade Sandbox VR di seluruh dunia. Rencana ekspansi Sandbox VR telah didukung oleh investor seperti Adreessen Horowitz, Gobi Partners, dan Alibaba Group Holding. Perusahaan ini memiliki 34 lokasi di seluruh dunia dan sedang membangun 12 lokasi baru.

Terlepas dari kemunduran pandemi, perusahaan telah bangkit kembali dan sekarang fokus untuk meningkatkan jejak globalnya menjadi 40 lokasi pada akhir tahun 2022. Zhao menegaskan bahwa perusahaan sudah menguntungkan dan tidak memiliki rencana untuk mengumpulkan dana baru saat ini. Perjalanan Sandbox VR bukannya tanpa tantangan, dan pandemi memberikan pukulan telak bagi bisnis perusahaan, yang menyebabkan operasi AS mengajukan kebangkrutan Bab 11 pada tahun 2020.

Namun, perusahaan telah pulih dan kini memperluas jumlah karyawannya, dengan 50 orang yang bekerja dalam penelitian dan pengembangan di seluruh produk, teknologi, dan konten. Meskipun pertumbuhan perusahaan di Cina daratan lambat, kemajuannya stabil, dan Zhao mengharapkan lokasi di Shanghai untuk kembali beroperasi normal tahun ini. Fokus perusahaan, untuk saat ini, tetap berada di pasar AS, di mana kolaborasinya dengan perusahaan hiburan terkemuka telah terbukti menjadi strategi yang unggul.

Karena pasar realitas virtual diharapkan tumbuh secara signifikan di tahun-tahun mendatang, Sandbox VR berada di posisi yang tepat untuk memanfaatkan tren ini. Dengan pendekatan uniknya terhadap VR berbasis lokasi dan kolaborasi dengan raksasa hiburan seperti CBS dan Netflix, perusahaan berharap untuk melanjutkan lintasan pertumbuhannya dan menawarkan kepada para tamu pengalaman yang sepenuhnya imersif yang memenuhi fantasi mereka. Dengan kolaborasi Squid Game, Sandbox VR yakin akan menarik lebih banyak pengunjung ke fasilitas VR-nya. (nano)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar