Samsung Melarang Penggunaan Alat AI Generatif Setelah Kebocoran Data, Inilah Yang Terjadi

Ilustrasi. (Foto: Gizmochina)

Sukoharjonews.com – Teknologi kecerdasan buatan terus menguasai internet. Berbagai individu, mulai dari siswa sekolah menengah dan universitas hingga insinyur di raksasa teknologi, menggunakan alat ini untuk menyontek atau meningkatkan produktivitas. Namun, penggunaan AI yang ekstensif juga menimbulkan masalah keamanan.

Dilansir dari Gizmochina, Kamis (4/5/2023), chatbots berpotensi membocorkan informasi pengguna, yang menyebabkan beberapa larangan. Misalnya, Italia melarang ChatGPT beberapa waktu lalu, dan layanan tersebut tidak tersedia di negara tersebut selama beberapa hari. Samsung kini telah menerapkan larangan serupa, dilaporkan melarang karyawannya menggunakan alat AI generatif seperti ChatGPT, Google Bard, dan Bing karena masalah keamanan. Berikut detailnya…

Ketegangan antara perusahaan teknologi dan teknologi kecerdasan buatan terus berlanjut. Beberapa waktu lalu Samsung mengalami kebocoran data akibat beberapa engineer memberikan informasi rahasia kepada ChatGPT. Samsung menemukan solusinya dengan memberlakukan larangan menyeluruh.

Raksasa teknologi mengeluarkan pernyataan kepada semua karyawan, mengumumkan larangan alat AI generatif populer, termasuk ChatGPT, Google Bard, dan Bing. Larangan tersebut akan berlaku efektif mulai Senin, dan alat AI tidak dapat diakses menggunakan perangkat milik perusahaan seperti komputer, tablet, dan ponsel.

Namun, tidak sepenuhnya akurat untuk mengatakan bahwa Samsung menentang teknologi kecerdasan buatan. Perusahaan menyadari bahwa produk seperti ChatGPT juga dapat digunakan untuk menghindari tugas-tugas kasar dan meningkatkan produktivitas.

Dalam pernyataannya tentang masalah ini, perusahaan mengatakan, “HQ sedang meninjau langkah-langkah keamanan untuk menciptakan lingkungan yang aman untuk menggunakan AI generatif dengan aman guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi karyawan. Namun, hingga langkah-langkah ini disiapkan, kami untuk sementara membatasi penggunaan AI generatif.”

Sayangnya, ChatGPT dan bot obrolan AI lainnya merupakan masalah keamanan yang nyata. Dengan banyaknya orang yang menggunakannya, membuat beberapa produk lebih menarik bagi para peretas. Itulah mengapa OpenAI dan pengembang lainnya melanjutkan pekerjaan mereka untuk mengatasi masalah keamanan. (nano)

Nano Sumarno:
Tinggalkan Komentar