Sukoharjonews.com – CEO Xiaomi, Lei Jun, yakin kecerdasan buatan akan membentuk kembali industri tradisional dalam lima tahun ke depan dan mengatakan robot humanoid akan segera memainkan peran sentral dalam transformasi tersebut. Dalam sebuah wawancara dengan Beijing Daily, Lei mengatakan AI bukan lagi alat periferal, melainkan pendorong utama untuk membangun kembali lanskap industri di berbagai sektor.
Robot Humanoid Akan Segera Melebihi Jumlah Pekerja
Dikutip dari Gizmochina, Sabtu (6/12/2025), Lei mengutip pabrik kendaraan listrik Xiaomi sebagai contoh awal bagaimana AI dapat memberikan peningkatan efisiensi yang sangat besar. Memeriksa komponen die-cast besar secara manual memang lambat dan rawan kesalahan.
Namun, sistem sinar-X yang terintegrasi dengan model AI vision kini dapat melakukan tugas tersebut dalam dua detik, menawarkan kecepatan sepuluh kali lipat dan akurasi lebih dari lima kali lipat dibandingkan pekerja manusia. Lei menggambarkan hal ini sebagai gambaran sekilas tentang apa yang mungkin terjadi ketika AI tertanam secara mendalam dalam proses manufaktur inti.
Ia mengatakan tingkat otomatisasi dan presisi ini dapat membuka pasar industri baru senilai triliunan yuan (USD140 miliar), tetapi menekankan bahwa tidak ada perusahaan yang dapat membangun seluruh jalur produksi sendirian. Kemitraan dan ekosistem kolaboratif akan sangat penting untuk meningkatkan skala AI di berbagai industri.
Ke depannya, Lei mengatakan Xiaomi akan menerapkan robot humanoid di seluruh pabriknya dalam skala besar dalam lima tahun. Robot-robot ini akan mampu mengambil alih tugas-tugas yang saat ini ditangani oleh manusia di jalur perakitan. “Dan ini baru langkah pertama,” kata Lei. Ia memperkirakan pasar domestik untuk robot humanoid akan lebih besar lagi, dengan kompleksitas yang lebih tinggi dan tuntutan kinerja yang lebih ketat.
Lei juga menyoroti peran China dalam manufaktur cerdas dan memperingatkan agar tidak mengikuti model usang yang mengandalkan tenaga kerja murah. Ia meminta sektor manufaktur ibu kota untuk memimpin dengan metode produksi cerdas dan meraih posisi terdepan dalam perlombaan peningkatan industri.
Perusahaan ini telah membuat kemajuan pesat dalam robotika. Robot humanoid CyberOne-nya memulai debutnya pada tahun 2022 sebagai bukti konsep. Sejak saat itu, Xiaomi diam-diam telah memperluas riset AI dan robotikanya sebagai bagian dari upayanya yang lebih luas untuk mencapai kendaraan listrik pintar dan otomatisasi canggih.
Visi Xiaomi sejalan dengan tren yang lebih luas dalam peta jalan peningkatan manufaktur China, di mana AI, robotika, dan pabrik pintar diharapkan memainkan peran sentral dalam mendorong daya saing jangka panjang. (nano)
Tinggalkan Komentar